Sekda Kota Surakarta Apresiasi Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis di SMP Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1349
Program Makan Bergizi Gratis

Program Makan Bergizi Gratis

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Budi Murtono mengapresiasi pelaksanaan uji coba program makan bergizi gratis (MBG) di SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta pada Rabu (18/9/2024). Sejumlah 373 siswa kelas 7, 8, dan 9 mengikuti acara MBG tersebut.

Pelaksanaan uji coba MBG dihadiri oleh Sekretaris Tim 5 Pelaksana Makan Bergizi Gratis dari Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Nevy Dwi Soesanto. Hadir pula Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo, Abdul Haris Alamsyah.

Terkait dengan anggaran MBG, Sekda Kota Solo menjelaskan anggaran uji coba MBG  berasal dari kolaborasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan swasta. Makanan setiap anak seharga lima belas ribu rupiah. Menu yang disajikan memenuhi gizi yang sudah ditentukan. Adapun menu makan tersebut yakni nasi, ayam, sayur, buah, dan susu.

“Hari ini anak-anak cukup senang mendapatkan jatah makan siang. Saya mengapresiasi uji coba hari ini di SMP Muhammadiyah PK. Semoga dapat memberi semangat anak-anak mau makan, terbiasa minum susu, dan makan buah. Cukup bagus pelaksanaannya,” jelasnya. 

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo, Abdul Haris Alamsyah, mengatakan terdapat 23 sekolah dari jenjang SD/MI, SMP/Mts baik sekolah negeri maupun swasta yang menjadi tempat uji coba MBG tersebut. Ia menambahkan tidak ada kriteria khusus dalam memilih sekolah untuk uji coba tersebut.

“Yang jelas kami pilih berdasarkan sampling per kecamatan, akhirnya ketemu 23 sekolah itu,” katnya.

Makan Bergizi Gratis

Sementara itu, Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Nevy Dwi Soesanto, menjelaskan target program MBG untuk memperbaiki kesehatan anak-anak agar menjadi lebih pintar dan menuju sumber daya unggul 2045. “Selain Solo, uji coba MBG juga diterapkan di beberapa kota lain di Jawa Tengah seperti Salatiga, Kudus, dan Tegal.  Hasil pantauan cukup bagus, anak-anak menikmati makanan enak dan minum susu,” jelasnya.

Terkait menu yang disajikan, Wantimpres tersebut menjelaskan pemerintah mengacu pada indeks gizi nasional. Setiap daerah memiliki kebutuhan gizi berbeda seperti Jawa Tengah dan Papua tentu berbeda. Dari situ diwujudkan dalam bentuk harga kemudian makanan yang siap dinikmati anak-anak.

“Di SMP Muhammadiyah PK program MBG terlaksana bagus dan anak-bilang senang. Makanan yang sudah ada di sekolah sebelumnya dan makanan dari BMG bisa dikreasi oleh sekolah,” jelasnya. (aryanto/diko)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah — Tax Center Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) kembali menunj....

Suara Muhammadiyah

10 December 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fenomena Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) seringkali terjad....

Suara Muhammadiyah

27 November 2023

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tim peneliti dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar....

Suara Muhammadiyah

3 November 2025

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Sekitar 10 ton pakaian layak pakai yang didonasikan masyarakat lewat Pos....

Suara Muhammadiyah

19 December 2025

Berita

WONOGIRI, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Wonogiri melalui Majelis Pendi....

Suara Muhammadiyah

29 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah