Selamat! Dosen Prodi PIAUD UM Bandung Lolos Beasiswa PhD UMAM

Suara Muhammadiyah

12 August 2025

980
Istimewa

Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Semangat untuk terus belajar dan mengembangkan diri tak pernah padam di Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung. Sejak berdiri pada 2016, kampus ini konsisten mendorong para dosennya untuk melanjutkan studi hingga jenjang tertinggi, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Salah satu kabar membanggakan datang dari Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Lilis Lismarina, salah satu dosen prodi tersebut, berhasil meraih beasiswa S3 di Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) dalam program PhD in Education yang didanai oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Scholarship.

Bagi Lilis, kabar kelulusan ini adalah sebuah anugerah dan pencapaian besar. Sejak lama ia memimpikan untuk menyelesaikan pendidikan S3 sesegera mungkin selepas S2. Kini, dengan dukungan beasiswa dan fleksibilitas studi yang ditawarkan UMAM—kampus luar negeri pertama milik Muhammadiyah—mimpinya kian dekat menjadi nyata.

”Awal ikut program beasiswa ini saat ada sosialisasi pra-PhD yang diselenggarakan UMAM pada awal 2025 di UM Bandung. Saya mencoba mendaftar, melalui serangkaian proses, dan alhamdulillah, akhirnya dinyatakan lolos,” ungkap Lilis penuh rasa syukur di UM Bandung pada Selasa (12/08/2025).

Perjalanannya dimulai dengan mendaftar kuliah melalui situs resmi UMAM, lalu mengajukan beasiswa Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Tahap berikutnya adalah tes wawancara, hingga akhirnya ia menerima Letter of Acceptance (LoA) dari UMAM bahkan sebelum proses wawancara beasiswa berlangsung. Meski publikasi karya ilmiah tidak secara eksplisit menjadi syarat, Lilis yakin hal itu menjadi nilai tambah yang memperkuat kelulusannya.

Uniknya, di saat bersamaan Lilis juga mengikuti pendaftaran Program Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI). Namun, kendala teknis menghalanginya di PDDI. Tak disangka, tak lama kemudian, pengumuman beasiswa Pimpinan Pusat Muhammadiyah justru menjadi kabar gembira yang dinanti. ”Dahulu saya bercita-cita bisa lolos S3 di usia 25-an, sekarang baru mulai di usia 29. Alhamdulillah, ini tetap sebuah pencapaian yang saya syukuri,” ujarnya.

Lilis juga berharap semakin banyak rekan dosen di UM Bandung yang melanjutkan pendidikan S3, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya dosen merupakan kunci mencetak calon pemimpin bangsa yang unggul.

Dengan beasiswa ini, Lilis semakin termotivasi untuk terus mengabdi melalui perkuliahan dan riset di bidang pendidikan anak usia dini, khususnya pendidikan seni. Ia percaya, pendidikan yang berkualitas bukan hanya membentuk individu cerdas, melainkan mencerahkan masa depan bangsa. ”Semoga langkah kecil ini bisa memberi dampak besar bagi anak-anak Indonesia di masa depan,” tutupnya.***(FA)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Kolaborasi Lazismu Khairu Ummah dan Danamon Syariah BOGOR, Suara Muhammadiyah -Program pemberdayaan....

Suara Muhammadiyah

3 November 2025

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Kajian Ahad pagi di bulan Ramadhan ini masjid Al Muttaqin Tanjung Elo....

Suara Muhammadiyah

9 March 2026

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Ahmad Dahlan (....

Suara Muhammadiyah

30 July 2026

Berita

PANGKALAN BUN, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten....

Suara Muhammadiyah

4 August 2025

Berita

LAMTIM, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Braja Selebah mengadakan Pe....

Suara Muhammadiyah

11 December 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah