Seni Budaya Harus Menjadi Jalan untuk Membangun Peradaban

Suara Muhammadiyah

10 July 2026

354
Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Cris

Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Cris

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dakwah bisa dilaksanankan kapan saja dan di mana pun. Lebih-lebih, menggunakan medium apa pun, salah satunya seni budaya.

Dalam hal ini, Muhammadiyah menegaskan kebolehan penggunaan seni budaya dikemas demikian rupa untuk konteks dakwah.

"Kebolehan itu tentu memberi ruang yang leluasa bagi seluruh institusi, lebih khusus, LSB untuk mengembangkan seni budaya dalam berbagai aspeknya," jelas Haedar Nashir.

Kebolehan itu berpokok pangkal pada tidak subversif kepada Allah SwT. "Yang penting tidak menjauhkan kita dari Allah SwT," tekan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Dari pada itu, Haedar meminta perlu dikembangkan lebih luas lagi konsep dakwah berbasis seni budaya.

"Seni musik, seni tari, seni rupa, dan berbagai jenis seni lainnya yang tentu ini merupakan instrumen penting bagi dakwah kita," tambahnya.

Demikian dikatakan saat membuka Rapat Kerja Nasional Lembaga Seni Budaya PP Muhammadiyah, Jumat (10/7) di Gedung Theater Besar Taman Ismail Marzuki, Cikini, Menteng Raya, Kota Jakarta Pusat.

Bagi Haedar, seni budaya menjadi bagian penting dari peradaban bangsa. Hal itu tidak dapat dinafikan. "Peradaban sebagai puncak dari kebudayaan tertinggi bangsa," tegasnya.

Di sinilah aksentuasi Haedar, bahwa ketika menjalankan dakwah berbasis seni budaya, meniscayakan membangun kebudayaan secara lebih luas.

"Lebih jauh lagi, membangun peradaban umat manusia," imbuh Haedar.

Basis seni budaya ini, lanjut Haedar, menjadi paket pelengkap Muhammadiyah untuk memperkaya implementasi dakwah di akar rumput. Yang dielaborasi oleh perpaduan cita rasa yang begitu rupa.

"Aktualisasinya lewat beragam seni tentu akan bersifat inklusif. Karena seni itu menyentuh jantung rasa dan jiwa setiap insan yang melampaui batas agama, suku, ras, golongan, bahkan antarbangsa," tegasnya lagi.

Di sinilah relevansi tema Rakernas LSB PP Muhammadiyah. Yakni "Membumikan Dakwah Berkemajuan: Mengembangkan Ekosistem Seni dan Budaya yang Kreatif dan Inklusi." 

"Seni budaya adalah sesuatu yang inklusif, cair, dan terbuka," jelasnya.

Karena itu, pada tahun 2022, Muhammadiyah melahirkan konsep dakwah kultural. Menurut Haedar, ini sebagai langkah revitalisasi sekaligus meneguhkan cara pandang warga Muhammadiyah dalam memahami seni budaya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam konteks kehidupan politik, hukum, ekonomi, dan berbangs....

Suara Muhammadiyah

19 December 2025

Berita

BANYUWANGI, Suara Muhammadiyah - Dengan mengendarai mobil pick up, pemasangan biopori dilakukan di P....

Suara Muhammadiyah

9 June 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Bendahara Majelis Ekonomi dan Bisnis Pimpinan Pusat Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

22 June 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FI....

Suara Muhammadiyah

28 November 2025

Berita

BANDARLAMPUNG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan wilayah Muhammadiyah Lampung menerima delegasi bisnis d....

Suara Muhammadiyah

14 January 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah