Shalat Berimplikasi dengan Kemajuan Peradaban

Suara Muhammadiyah

17 January 2025

1656
Agung Danarto. Foto: Cris

Agung Danarto. Foto: Cris

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto menyampaikan, ritus peribadatan shalat merupakan kewajiban yang mesti diejawantahkan oleh segenap umat Islam. Karena shalat menjadi distingtif dari manusia satu dengan yang lainnya.

"Garis batas yang membedakan antara hamba dengan orang kafir adalah meninggalkan shalat. Sehingga karenanya secara kualitatif shalat menjadi sesuatu hal yang sangat penting sekali," katanya saat membuka Pengajian Umum PP Muhammadiyah di Kantor Menteng Raya, Jakarta Pusat, Jumat (17/1).

Agung mendorong agar salat menjadi sebuah pembiasaan dalam kehidupan. Terutama bagi anak-anak, yang sudah sejak sedari sekarang dilatih untuk menjalankan shalat lima waktu secara berjamaah.

"Ini upaya kita membiasakan anak-anak kita dan keluarga kita untuk melaksanakan shalat. Itu sesuatu hal yang memang harus terus dan tidak boleh henti-hentinya untuk kemudian membiasakan sejak dini menunaikan ibadah shalat sehari lima waktu," tegasnya.

Relevansi shalat sangat kuat dengan kehidupan selanjutnya (akhirat). Agung menukil hadis riwayat Abu Dawud, bahwa amalan manusia amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya.

"Ini menunjukkan bahwa shalat menjadi sesuatu hal yang sangat penting sekali," tambahnya.

Agung mengatakan, shalat mempunyai dua dimensi. Pertama, dimensi vertikal. Yaitu upaya spiritualitas dan terjadinya proses mi'raj bersua dengan Allah SwT.

"Disitulah kesempatan kita bisa ketemu dengan Yang Maha Kuasa untuk kemudian menyampaikan berbagai macam problem kehidupan dan banyak hal bisa kita sampaikan sekaligus untuk ngecas secara rohani supaya kerohanian dan spiritualitas kita menjadi terus meningkat," ujarnya.

Kedua, dimensi horizontal. Melaksanakan tugas sebagai Khalifah di muka bumi--selain memakmurkan--untuk mengabdi kepada-Nya (shalat) dengan jiwa ikhlas dan sarat dengan kekhusyukan. Diketengahkan Agung, shalat menjadi bentuk laporan seorang hamba kepada Allah SwT setelah melaksanakan tugas rutinitas sehari-hari.

"Setiap kali shalat itu sebenarnya kesempatan yang baik untuk senantiasa menyampaikan laporan pertanggung jawaban kita atas tugas-tugas yang telah Allah berikan kepada kita. Apa yang sudah kita lakukan, kesempatan dalam shalat itulah curhat kepada Allah dan mengajukan proposal kehidupan kita supaya diterima oleh Allah," jelasnya.

Lebih lanjut, shalat dikorelasikan dengan mi'raj peradaban. Bagi Agung, saripati mi'raj adalah tangga dan bisa juga diartikan sebagai sarana untuk naik. 

"Naik ini bisa naik fisik, tapi bisa juga naik secara spiritual. Mi'raj kadang diartikan sebagai kemajuan. Sehingga karenanya mi'raj peradaban itu berarti kemajuan peradaban. Bagaimana shalat itu bisa berimplikasi dengan kemajuan peradaban," tukasnya.

Hadir sebagai narasumber Ketua PP Muhammadiyah Muhammad Saad Ibrahim, Anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Fahmi Salim Zubair, dan Anggota Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional PP Muhammadiyah Ai Fatimah Nur Fuad. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KARANGANYAR, Suara Muhammadiyah - Kontingen Provinsi Sulawesi Selatan meraih juara umum dalam Kemah ....

Suara Muhammadiyah

24 October 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam dunia yang mengalami perubahan eksponensial seperti sek....

Suara Muhammadiyah

16 July 2026

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Kunci keberhasilan siswa menghafal Al-Qur'an adalah melakukan gerakan....

Suara Muhammadiyah

23 February 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-41, Lemb....

Suara Muhammadiyah

29 October 2024

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Baru-baru ini Indonesia resmi bergabung pada organisasi global BRICS. T....

Suara Muhammadiyah

14 January 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah