PENAJAM PASER UTARA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Babulu Darat melaksanakan Shalat Idul Fitri 1447 H, Jumat, (20/3) di Lapangan Muhammadiyah Babulu Gang Mentari, Desa Babulu Darat, Babulu, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur dengan penuh kebersamaan.
Bertindak sebagai khatib, Najihus Salam, SAg Ketua Divisi Kajian Korps Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah Nasional (KM3Nas) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM).
Ia menyampaikan, takbir yang dikumandangkan pada hari raya bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk komitmen atas perubahan diri yang telah ditempa selama Ramadan.
“Untuk itulah kita bertakbir saat ini, karena takdir kita adalah komitmen kita untuk mengamalkan apa yang telah kita lakukan selama Ramadhan,” ujarnya.
Ia mengingatkan, apabila seseorang tetap bertakbir namun meninggalkan nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun selama bulan suci, maka ada yang belum sempurna dalam pemaknaan takdir tersebut.
Menurutnya, takbir memiliki dimensi syukur yang dalam, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai bentuk pengagungan kepada Allah atas hidayah yang diberikan.
“Takbir disebut agar kita bersyukur, karena Allah telah memberikan hidayah kepada kita untuk berubah selama Ramadan. Maka dengan perubahan itulah kita menunjukkan rasa syukur kepada-Nya,” lanjutnya.
Khutbah tersebut juga mengajak jamaah untuk menjaga konsistensi ibadah, memperkuat kepedulian sosial, serta menjadikan Idul Fitri sebagai momentum awal untuk mempertahankan kebiasaan baik yang telah dilatih selama Ramadan.
Pelaksanaan Salat Idul Fitri ini tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Babulu Darat. Suasana kebersamaan tampak dari interaksi hangat antarjamaah yang saling bersalaman dan bermaafan usai salat.
Melalui kegiatan ini, PRM Babulu Darat berharap semangat Ramadan tetap terjaga dan terus menginspirasi kehidupan sehari-hari umat Islam, tidak hanya di momen Idul Fitri, tetapi juga dalam perjalanan panjang pasca-Ramadan. (Ali)
