'Aisyiyah Suarakan Dakwah Kemanusiaan dan Perdamaian demi Capai Target SDGs

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
72

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - 'Aisyiyah pada tahun ini berusia 109 tahun. Adalah jelas, usia ini sangat tua, dan terbilang kaya dengan pengalaman, juga sarat pergumulan suka duka.

"Sebuah usia yang sangat panjang sesuai dengan jejak perjuangan dan perjalanan Aisyiyah sampai hari ini," kata Salmah Orbayinah, Ketua Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah.

Tema milad ke-109 mengusung "Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian." Kata Salmah, dakwah kemanusiaan merupakan dakwah yang mengedepankan prinsip kasih sayang, toleransi, dan juga perdamaian.

"Konsep ini menekankan bahwa Islam hadir sebagai agama yang membawa kebaikan dan juga keberkahan bagi seluruh manusia dan alam semesta," jelas Salmah.

Pendekatan dakwah kemanusiaan, imbuh Salmah, berperan penting dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis di mana perbedaan agama, perbedaan budaya, dan juga pandangan hidup dapat dihargai dan dikelola dengan bijak. 

"Dalam konteks masyarakat multikultural, dakwah yang mengusung semangat rahmatan lil alamin ini berkontribusi signifikan dalam mengurangi ketegangan dan konflik antar kelompok sehingga terwujudlah kedamaian," bebernya.

Dakwah ini mengajarkan pentingnya dialog antar agama, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan kerja sama lintas komunitas. 

Demikian disampaikan Salmah saat Resepsi Milad ke-109 'Aisyiyah di Covention Hall Walidah Dahlan Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Selasa (19/5).

"Dakwah kemanusiaan yang dilakukan dengan bijak dan inklusif tentunya mampu menjadi kekuatan transformasi sosial yang mendorong terciptanya masyarakat yang lebih toleran dan damai," urainya.

Dalam mewujudkan perdamaian dan kemanusiaan, Salmah mengemukakan, 'Aisyiyah aktif dalam misi kemanusiaan, termasuk bantuan cepat tanggap bencana, dan juga penanganan kekerasan berbasis gender, dan masih banyak lagi. 

Ditambah lagi dengan bergabungnya 'Aisyiyah di Faith to Action (F2A), menunjukkan komitmen yang lebih luas dalam membangun kehidupan yang lebih adil dan damai. 

"Misi perdamaian ini menjadi salah satu target penting di dalam SDGs yaitu SDGs nomor 16 tentang perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Salmah mengaksentuasikan kalau embaga pendidikan dan institusi keluarga merupakan institusi yang memiliki posisi strategis di dalam mengintegrasikan nilai-nilai perdamaian. 

Tidak sedikit lembaga pendidikan maupun keluarga justru menjadi arena untuk mempromosikan nilai-nilai anti-pluralisme, anti-keragaman, dan juga anti-perbedaan. 

"Oleh karena itu, peran strategis kedua institusi ini harus dikuatkan dalam mendorong terciptanya perdamaian di dalam skala yang lebih luas yaitu masyarakat, bangsa, dan dunia," tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir memberikan apresi....

Suara Muhammadiyah

25 February 2025

Berita

BOGOR, Suara Muhammadiyah — Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MKPS) Pimpinan Pusat Muham....

Suara Muhammadiyah

8 May 2026

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pemerintah Indonesia mengumumkan kebijakan efisiensi anggaran di sej....

Suara Muhammadiyah

12 February 2025

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah Salmah Orbayyinah menyanjung ground ....

Suara Muhammadiyah

16 November 2024

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memperingati  hari Kesiapsiagaan Bencana Nasio....

Suara Muhammadiyah

26 April 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah