Silaturahmi Menyemai Literasi Bisnis UMKM

Suara Muhammadiyah

10 October 2026

149
Domba Lemu Purbalingga

Domba Lemu Purbalingga

PURBALINGGA, Suara Muhammadiyah - Start dari Jogja pukul 7 pagi, mobil yang kami kendaraan melesat dengan kecepatan sedang namun pasti. Kami menyusuri rute selatan dengan ditemani pepohonan kering yang berjejer menyambut kedatangan kami. Meski jalanan cukup lengang, namun aspek keselamatan tetap menjadi prioritas yang tak dapat kami abaikan. Beranggotakan 4 orang person, tujuan kami adalah Purbalingga, Jawa Tengah, dengan misi utama bersilaturahmi sekaligus metani potensi ekonomi warga Muhammadiyah di akar rumput yang sangat beragam di level usaha mikro kecil menengah. Dipimpin langsung Ketua LP UMKM PWM Jawa Tengah, Khafid Sirojudin, agenda ini menjadi langkah nyata bahwa untuk menjadi kuat dan besar, kita semua perlu berkolaborasi dan bersinergi. 

Setibanya di Purbalingga, tujuan pertama kami adalah menengok kandang domba dengan brand Domba Lemu yang dikelola oleh Mas Fajar. Ada sedikitnya 38 domba yang ia pelihara bersama tim kecilnya sebagai upaya kemandirian ekonomi. Dimana orang yang ingin berinvestasi dalam usaha ini, mengharuskannya siap untuk mencari pakan sendiri selain modal untuk pembelian domba. Syarat ini mutlak berlaku bagi semua anggota tanpa pandang bulu, tanpa melihat siapa yang mengeluarkan modal paling besar atau sebaliknya. 

Fajar dalam paparannya mengatakan, tantangan yang dihadapi dalam memelihara domba bisa dibilang beragam. Mulai dari soal ketersediaan pakan sampai masalah pemasaran. Baginya, dengan kerja-kerja kolektif anggota yang berinvestasi di Domba Lemu, masalah tersebut bukan sesuatu yang perlu ditakuti. Melainkan menjadi pelecut semangat untuk terus berinovasi. "Usaha ini dikelola dengan sistem berjamaah, jadi setiap orang yang berinvestasi bertanggung jawab untuk mencari makanan sendiri," ujarnya. 

Menghadapi kondisi dan situasi dimana curah hujan berkurang signifikan, serta kekeringan diprediksi akan berlangsung di waktu yang panjang, yang tentu hal ini akan mempengaruhi stok pangan di alam. Melihat fenomena ini, Fajar tidak risau. Kelebihan dari domba yang ia pelihara mencakup kemampuan adaptasinya yang tinggi terhadap berbagai macam bentuk dan karakteristik pakan. "Kelebihan dari domba ini adalah bisa mengkonsumsi makanan yang kering, rumput kering, daun kering dan lain sebagainya," paparnya. 

Setelah itu, pada siangnya, kami bertolak ke Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Purbalingga untuk memenuhi undangan, bahwa Ketua LP UMKM Jawa Tengah, Khafid Sirojudin, terjadwal sebagai narasumber dalam acara Dialog UMKM yang mengangkat tema Literasi sebagai Modal Membangun Kemandirian Ekonomi dan UMKM. 

Dalam acara tersebut, Khafid Sirojudin menjelaskan bahwa agar UMKM bisa mandiri, ia harus benari naik kelas. Menurutnya masih banyak UMKM yang tidak berani naik kelas karena tersandera oleh status quo. Membiarkan suatu kondisi tetap berjalan seperti apa adanya tanpa ada perubahan. 

Inilah yang menurut Khafid menjadi tantangan terbesar UMKM. Oleh karena itu, Khafid Sirojudin mengajak seluruh pelaku UMKM untuk tidak berhenti belajar. Terus mengasah diri dengan membaca. Khususnya melakukan penguatan dalam hal literasi bisnis. Yang mana literasi bukan hanya soal kemampuan membaca atau menulis, tapi juga mencakup kemampuan memahami, mengevaluasi, serta mengambil keputusan yang terbaik untuk keberlanjutan nafas UMKM ke depan. 

Setelan selesai dari acara di Perpustakaan Daerah, sorenya kami serombongan bertolak ke kediaman bapak Suharto. Kader Persyarikatan sejati yang saat ini mengemban amanah sebagai wakil rakyat di tingkat Kabupaten Purbalingga. Di kediamannya yang tampak sederhana, beliau bersama unsur pimpinan dan pengusaha yang berada di level mikro kecil dan menengah mengajak setiap elemen untuk berkolaborasi. Baginya, kolaborasi adalah kunci sukses abad ini. Tanpa kolaborasi, siapapun dan apapun tidak akan bertumbuh dan kemudian mati. 

Malamnya, perjalanan kami tutup di area ITB AD Purbalingga. Bersilaturahmi dengan bapak, ibu pengurus Muhammadiyah Purbalingga dari semua tingkatan. Sekali lagi Khafid Sirojudin menegaskan, bahwa berbisnis membutuhkan kemampuan literasi yang mumpuni. Agar UMKM naik kelas, menjadi mandiri, dan kemudian memiliki dampak yang signifikan kepada geliat ekonomi di suatu negeri. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BULUKUMBA, Suara Muhammadiyah - Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Palampang Bulukumba dalam dua tahun ter....

Suara Muhammadiyah

18 July 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka memperingati Hari Difabel Internasional (HDI), M....

Suara Muhammadiyah

23 December 2023

Berita

THAILAND, Suara Muhamadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafiq A Mughni, menjalin sila....

Suara Muhammadiyah

31 January 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta menggelar Pasar Kangen Moetoe#1....

Suara Muhammadiyah

23 October 2024

Berita

MADRID, Suara Muhammadiyah - Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh perguruan tinggi swast....

Suara Muhammadiyah

23 October 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah