WONOGIRI, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr KH Saad Ibrahim, MA, menghadiri sekaligus memberikan tausiyah utama dalam acara Silaturahmi Keluarga Besar Muhammadiyah Kabupaten Wonogiri. Acara yang berlangsung pada Ahad, 25 April 2026 di Pendopo Kecamatan Wuryantoro ini juga dikemas dengan pelepasan calon jemaah haji KBIHU Asyamsu.
Dalam ceramahnya, KH Saad Ibrahim mengawali dengan mengajak seluruh hadirin melantunkan kalimat talbiah guna menghadirkan suasana ibadah haji bagi para calon jemaah maupun mereka yang merindukan tanah suci. Saad berpesan agar para jemaah senantiasa menjaga takwa sebagai sebaik-baik bekal selama di tanah suci.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Wonogiri, Imron Rizkiarno, jajaran DPRD Provinsi dan Kabupaten, serta pimpinan daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Kabupaten Wonogiri.
Salah satu poin krusial yang disampaikan Saad Ibrahim adalah mengenai manajemen jiwa dan raga. Mengutip lirik lagu Indonesia Raya "Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya," Saad menekankan bahwa membangun jiwa harus didahulukan. Berdasarkan analisisnya terhadap kata Syifa (penyembuh/kesehatan) dalam Al-Qur’an, terdapat empat penyebutan: tiga berkaitan dengan Al-Qur'an (untuk jiwa) dan satu berkaitan dengan madu (untuk fisik).
"Ikhtiar untuk mendapatkan kesehatan jiwa itu porsinya 75%, sedangkan untuk fisik itu 25%," ungkap Saad. Menurutnya, bukan hanya fisik yang sehat yang menentukan jiwa yang sehat, melainkan jiwa yang kuatlah yang seringkali menentukan kekuatan fisik seseorang.
Saad Ibrahim juga mendorong warga Muhammadiyah untuk membudayakan khatam Al-Qur'an dengan metode tartib (berurutan), bukan acak. Dengan membaca secara urut dari Surah Al-Fatihah hingga An-Nas, seorang Muslim memastikan tidak ada satu pun ayat atau surah yang terlewatkan selama seumur hidupnya. Saad meyakini bahwa lisan yang sering melafazkan kalamullah akan diberikan kekuatan oleh Allah dan dijauhkan dari sifat pesimistis, kedengkian, maupun iri hati.
Terkait keorganisasian, Saad mengingatkan bahwa Muhammadiyah adalah organisasi besar yang dihitung memiliki aset luar biasa. Namun, Ia menegaskan bahwa kekuatan utama Muhammadiyah bukan pada angka tersebut, melainkan pada pertolongan Allah (nasrum minallah) dan semangat "Man Jadda Wajada" (siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil).
"Di Muhammadiyah tidak boleh ada pesimistis," tegasnya di hadapan ribuan warga Muhammadiyah yang memadati lokasi acara.
Sementara itu, Ketua PDM Wonogiri Dr Kusmano Toha, MPd memberikan apresiasi pengukuhan Jaringan Tani Muhammadiyah (Jatam) sebagai langkah nyata meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Selain itu, Ia pun mengungkapkan rasa bangganya karena hampir 50% dari total calon jemaah haji Kabupaten Wonogiri mempercayakan bimbingannya kepada KBIHU Asyamsu.
Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkiarno, SH, memaparkan data bahwa terdapat 295 calon jemaah haji Wonogiri tahun 2026 yang terbagi dalam kloter 54 dan 55. Wakil Bupati pun menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin serta selamat Idulfitri kepada seluruh warga Muhammadiyah dan berharap semoga ke depan dapat terus bersinergi dengan Muhammadiyah.
"Mari kita sama-sama bermaaf-maafan agar semua kembali ke nol kembali teriring harapan semoga Allah Subhanahu wa taala memberikan ampunan atas segala salah dan khilaf serta senantiasa meridai usaha luhur yang kita tempuh untuk kemajuan bersama bagi kesuksesan Kabupaten Wonogiri," ungkapnya.
Senada, Camat Wuriantoro Sumarjono Fajari, MHum selaku tuan rumah menyatakan rasa bangga dan syukurnya karena Pendopo Kecamatan Wuriantoro digunakan untuk kegiatan yang membawa kemaslahatan umat, baik oleh Muhammadiyah maupun organisasi lainnya. Sumarjono menegaskan bahwa pemerintah kecamatan akan selalu mendukung program-program keagamaan dan sosial kemasyarakatan yang bertujuan untuk syiar kebaikan. (Riz)
