SLEMAN, Suara Muhammadiyah - rogam pengabdian ini merupakan sinergi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Aisyiyah Yogyakarta, dan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah Moyudan dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi perempuan muda di tingkat akar rumput. Pengabdian ini di inisiasi oleh Dosen UMY Taufiqurahman S.IP., M. A, Ph.D, Nita Andrianti S.IP., M.A, dan mahasiswa pascasarjana Magister Media dan Komunikasi UMY Elita Putri Pradipta, S.Ikom, dengan kolaborator Hari Akbar Sugiantoro, M.A dari UNISA Yogyakarta, Ahad (15/2).
Program ini berkaitan dengan membangun etos wirausaha cakap digital dengan mengintegrasikan mentalitas bisnis yang tangguh dengan strategi pemasaran digital yang cerdas dan kreatif. Sekaligus menjawab tantangan ekonomi digital dengan memperkuat peraan Nasyiatul Aisyiyah dalam menggerakkan ekonomi dan bisnis di masyarakat digital saat ini.
Kolaborasi lintas kampus dan masyarakat dengan melakukan workshop Perempuan Muda Berdaya melalui Etos Wirausaha Cakap Digital ini bertujuan menanamkan semangat kemandirian, kedisiplinan, dan ketangkasan dalam melihat peluang pasar digital. Dalam paparannya, Bp. Taufiqurahman S.IP., M.A, Ph.D dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menyampaikan bahwa level kompetensi di dunia digital: (1) Digital Citizenship, menjadi warga yang baik di dunia digital, memanfaatkan teknologi digital secara aman dan bertanggung jawab. (2) Digital Creativity, mengembangkan kreativitas di dunia digital, dan membuat ide menjadi nyata. (3) Digital Competitiveness, menjadi warga digital yang kompetitif dengan menumbuhkan kewirausahaan, kepakaran, dan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat umum.
Dalam Digital Competitiveness terdapat ciri wirausaha yang cakap digital, yaitu: mampu mengelola jejak & identitas digital, memahami prinsip-prinsip wirausaha di dunia digital, dan mampu mengembangkan potensi diri secara berkelanjutan di dunia digital dengan memadukan “inovasi, teknologi, dan kewirausahaan”. Dengan modal tersebut, maka seseorang akan mampu menganalisis “ide bisnis, kebutuhan masyarakat, dan kondisi pasar (kompetitor)” dengan hasil akhir seseorang akan mampu mengembangkan digitalisasi wirausaha yang berkemajuan.
Dalam presentasinya, Bp. Hari Akbar Sugiantoro, M.A dari Universitas Aisyiyah Yogyakarta menyampaikan materi mengenai “Strategi Praktis, Konten Menarik, dan Cara Jualan yang Efektif”. Beliau menyebutkan bahwa Digital Marketing Digital marketing adalah penggunaan platform digital (seperti media sosial, website, email, dan mesin pencari) untuk mempromosikan produk atau layanan. Tujuannya adalah menjangkau calon pelanggan secara efektif dan efisien. Beberapa langkah untuk memulai Digital Marketing:
o Tentukan target pasar dengan melakukan identifikasi siapa calon pelanggan anda (usia, jenis kelamin, lokasi, minat, dan lainnya), serta pahami kebutuhan dan masalah mereka yang bisa diatasi dengan produk/layanan yang akan anda tawarkan/ jual.
o Buat branding yang kuat tentukan nilai unik (Unique Selling Proposition/USP) dari produk/ layanan Anda. Buat logo, warna, dan gaya visual yang konsisten, dan sampaikan pesan yang jelas dan mudah diingat. Contoh Uniq Selling "Telur Asin kalangan – Rasa Autentik dari Tangan Ibu", yang mengandung beberapa ponit penting: (1) Autentik dan Tradisional, menekankan proses pembuatan yang alami dan resep khas desa. (2) Dibuat oleh Ibu PKK, menunjukkan nilai sosial dan pemberdayaan perempua (3) Kualitas dan Rasa: menonjolkan rasa gurih khas, lembut, dan tanpa pengawet. (4) Cerita Lokal, memberi nilai lebih karena produk ini tidak hanya enak, tapi juga mendukung ekonomi keluarga dan menjaga budaya kuliner desa.
o Pilih platform digital yang tepat: (1) Media Sosial: Instagram, Facebook, TikTok, atau WhatsApp (sesuaikan dengan target pasar); (2) Website: buat website sederhana untuk memperkenalkan bisnis anda. (3) Marketplace manfaatkan platform seperti Tokopedia, Shopee, atau Bukalapak. Gunakan formula konten 80:20, 80% konten edukasi/hiburan/testimoni dan 20% konten jualan langsung.
Di penghujung acara, Ketua PCNA Moyudan, Rita Immawati. menyampaikan bahwa program ini sangat menarik dan sangat bermanfaat dalam membangun iklim perempuan muda berdaya dengan melakukan wirausaha digital. “Kami ingin kader Nasyiatul Aisyiyah di Moyudan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi menjadi pelaku usaha yang cerdas dan berkemajuan.
Menurutnya, literasi digital dan strategi jualan yang disampaikan oleh pemateri sangat relevan dengan kebutuhan para kader yang tengah mengembangkan produk usaha milik PCNA Moyudan. "Saya yakin dengan etos kerja yang kuat dan konten yang menarik, produk lokal Moyudan bisa bersaing di pasar yang lebih luas. Diakhir acara, Tim Pengabdi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta memberikan fasilitas laptop kepada Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah Moyudan sebagai bentuk kerjasama dan apreasi dalam mengembangkan wirausaha perempuan muda," pungkasnya

