SURABAYA, Suara Muhammadiyah – SD Muhammadiyah 24 Surabaya mengedukasi para siswanya dengan berkreativitas lewat toples bekas. Dari toples bekas itu, dikemas menjadi toples kebaikan, sebagai semarak menyambut bulan Ramadhan 1447 H.
Kegiatan ini bukan sekadar proyek kerajinan tangan semata, tapi juga medium penempaan karakter dan penguatan spiritual seluruh siswa. Kepala sekolah, Norma Setyaningrum, MPd, menjelaskan, kegiatan ini dirancang agar seluruh siswa dapat memahami hal ihwal pentingnya berbuat baik dan relevansi kemaslahatan yang didapatkannya.
“Kami ingin anak-anak menyambut Ramadhan dengan gembira sekaligus siap secara spiritual. Melalui Toples Kebaikan, mereka melihat bukti konkret dari setiap amal yang dilakukan. Ini menjadi pengingat agar mereka istiqamah,” tuturnya.
Menekankan pada konteks tabungan itu dipilih karena dekat dengan keseharian anak-anak. “Dengan pendekatan itu, mereka belajar bahwa kebaikan sekecil apa pun akan terakumulasi dan berdampak besar jika dilakukan terus-menerus, terlebih di bulan penuh keberkahan,” terangnya, Jumat (13/2).
Aisyah Zahra, siswa kelas 4, sangat antusias dan senang mengikuti kegiatan ini. Bahkan, ia mempunyai komitmen pasca-mengikuti kegiatan ini, menampilkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Pun demikian halnya, Rafli Ramadhan, siswa kelas 5, yang menargetkan konsisten menjalankan ibadah tepat waktu dan mengurangi bermain gawai.
Para siswa diajak menyusun daftar kebaikan yang akan mereka lakukan selama Ramadhan. Setiap amal mulai dari membantu orang tua, menjaga lisan, disiplin salat lima waktu, membaca Al-Qur’an, hingga menahan emosi dituliskan pada kertas kecil, digulung rapi, lalu dimasukkan ke dalam toples sebagai simbol “tabungan” pahala.
Rencananya, proyek ini akan ditutup dengan “Kindness Exhibition” setelah libur Ramadhan. Toples-toples yang penuh gulungan kebaikan akan dipamerkan sebagai syiar inspiratif untuk menabung kebaikan untuk masa depan. (Dini)

