SM Luncurkan Buku Jurnalisme Filantropi, Teguhkan Peran Pers dalam Pemberdayaan Umat

Suara Muhammadiyah

29 July 2026

170
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Jika dibongkar lebih mendalam, kehadiran Muhammadiyah sejak awal niscaya semangatnya didorong oleh gagasan dan amal. Maujudnya menjadi dua variabel; literasi dari sisi gagasan, sementara, filantropi dari sisi amalnya.

“Ali-Imran 110 saya kira kolaborasi semangat antara literasi dan semangat filantropi,” ujar Deni Asy’ari, Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media / Suara Muhammadiyah.

Demikian halnya ditekankan lebih menghunjam di Qs al-Maun ayat 1.  “Itu juga bagian dari semangat amal itu,” tutur Deni, Rabu (29/7) saat Peluncuran dan Bedah Buku Jurnalisme Filantropi, Media dan Visi Kesejahteraan karya Roni Tabroni di Aula Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Lantai 4 Medan Merdeka, Gambir, Kota Jakarta Pusat.

Tidak stagnan di situ saja, dari konteks semangat literasi itu kemudian bermekar dengan lahirnya media Suara Muhammadiyah pada tahun 1915.

“Dan 1918, Muhammadiyah mendirikan Taman Pustaka. Maka, kita melihat bahwa antara literasi (gagasan) dan amal itu di lingkungan Muhammadiyah terintegrasi,” terangnya.

Jumbuh dengan itu, pada masa awalnya, usaha dakwah yang diejawantahkan Muhammadiyah bernapaskan filantropi. Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, misalnya. “Dan termasuk di dalamnya ada Panti Jumpo,” tambah Deni.

Di sinilah buku tersebut menemukan titik temunya. Pertama, mengambalikan spirit awal Muhammadiyah. Secara konseptual, pergerakan dakwah Muhammadiyah pada masa itu berpokok pangkal pada dua variabel tersebut.

“Ruh awal literasi Muhammadiyah yang menyatu antara literasi dan amal,” tekannya, denga menggarisbawahi spirit literasi di Muhammadiyah, dapat ditelaah lebih lanjut mencakup enlightenment (pencerahan), enrichment (pengkayaan), dan empowerment (pemberdayaan).

“Artinya kehadiran pers (jurnalis) tidak sekadar mewartakan, tidak sekadar memberitakan, tapi hadir juga dalam beberapa aspek tadi,” jelasnya.

Disigi dari tesmak Islam, hal paling kelindan dengan konteks tersebut bentuknya di samping ta’lim (pengajaran), di saat yang sama berupa tanwir (pencerahan) dan tanzim (pengorganisasian).

“Kita berharap buku yang ditulis Kang Roni Tabroni ini peran pers ke depan tidak sekadar mengungkap fakta, tetapi mulai membangun empati, memberi inspirasi, dan mengkoordinasi potensi, dan mengkonsolidasi sumber daya, termasuk di lingkungan Lazismu,” jelasnya.

Kedua, berpangkal pada keburaman kebenaran informasi. Deni menuturkan, tantangan media saat ini terletak pada tuntutan viralitas, jumlah penonton (viewer), serta oplah.

“Belum banyak media yang fokus mengambil insight untuk memberdayakan potensi yang kita sebut dalam potensi zakat, infak, dan sedekah,” bebernya.

Ketiga, negeri ta’awun. Fakta di lapangan menunjukkan, masyarakat di negeri ini punya dua jangkar penguat; gotong royong dan ta’awun sangat tinggi.

“Sangat wajar ketika Indonesia secara berturut-turut selama 7 tahun, disebut sebagai negara paling darmawan,” sebutnya.

Hal demikian itu ketika diintegrasikan dengan kekuatan jurnalisme, Deni optimis dapat memberikan impact yang sangat dahsyat. Yakni akan menguatkan dampak dalam mengkonsolidasikan potensi ekonomi, zakat, infak, dan sedekah.

“Kami berharap buku ini memberi pengaruh bahwa dunia pers tidak melulu soal berita, tapi ke depan, dunia pers bisa menginspirasi, membangun empati, dan mengkonsolidasikan potensi-potensi aghniyah, dan juga memberikan solusi untuk membangun negeri ini,” tandasnya.

Hadir dalam acara ini, Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hilman Latief, Direktur Utama Lazismu PP Muhammadiyah Barry Adhitya, Ketua Lazismu PP Muhammadiyah Ahmad Imam Mujaddid Rais, Wakil Ketua 1 Lazismu PP Muhammadiyah Arif Jamali Muis.

Selain itu, hadir pula Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyidin, Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji, Fadlul Imansyah, Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial Bappenas RI Tirta Sutedjo, dan Peneliti Filantropi Islam Amelia Fauzia. Dengan moderator diskusi bedah buku yaitu Ibnu Tsani, Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Amil Lazismu PP Muhammadiyah). (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KAMBAR, Suara Muhammadiyah - Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) melakukan kunjungan hormat dan ....

Suara Muhammadiyah

21 December 2024

Berita

TASIKMALAYA, Suara Muhammadiyah - Dari Kota Santri, ghirah intelektual Muhammadiyah kembali membara.....

Suara Muhammadiyah

26 December 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah (PD) Nasyiatul Aisyiyah Kota Makassar melaksanakan au....

Suara Muhammadiyah

8 April 2026

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - SMP Muhammadiyah 2 Kroya Cilacap, bekerja sama dengan Tapak Suci Puter....

Suara Muhammadiyah

21 July 2026

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah – Ribuan warga ‘Aisyiyah memadati Lapangan drh. Soepardi, K....

Suara Muhammadiyah

20 April 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah