JEPARA, Suara Muhammadiyah – Upaya peningkatan kompetensi guru dalam mendukung pelaksanaan proyek kokurikuler terus dilakukan oleh SMA Muhammadiyah 2 Mayong. Salah satunya melalui kegiatan In-House Training (IHT) berupa pelatihan pembuatan sabun cuci piring yang digelar pada Jumat, 9 Januari 2026, bertepatan dengan 20 Rajab 1447 H.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi sekolah dalam menyiapkan para pendidik agar mampu mendampingi siswa pada pembelajaran kokurikuler dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), khususnya yang berbasis keterampilan dan kewirausahaan. Pelatihan menghadirkan Agung Riyanto, sebagai narasumber utama yang berpengalaman dalam pengembangan pembelajaran berbasis praktik.
Acara yang dipandu oleh Azra Nur Syawala diawali dengan aktivitas pemanasan berupa olahraga tangan. Sesi ini bertujuan membangkitkan semangat dan menjaga konsentrasi peserta sebelum memasuki materi inti pelatihan.
Dalam penyampaian materi, Agung Riyanto menjelaskan secara detail komposisi bahan, tahapan pembuatan, hingga kiat menghasilkan sabun cuci piring yang tidak hanya efektif digunakan, tetapi juga memiliki potensi nilai jual. Para guru tampak antusias mengikuti penjelasan yang disampaikan secara aplikatif dan mudah dipahami.
Memasuki sesi praktik, peserta dibagi ke dalam tiga kelompok kerja. Setiap kelompok menjalankan proses pembuatan sabun secara bertahap dengan pendampingan langsung dari narasumber. Proses pengadukan bahan yang semakin berat menjadi pengalaman tersendiri bagi peserta, sekaligus menandai keberhasilan reaksi dalam pembuatan sabun.
Kekompakan dan kolaborasi antarguru terlihat kuat selama praktik berlangsung. Melalui pelatihan ini, guru-guru SMA Muhammadiyah 2 Mayong diharapkan semakin siap mengimplementasikan pembelajaran kokurikuler yang bermakna dan kontekstual.
Selain menghasilkan produk yang bermanfaat, kegiatan ini juga menjadi bekal penting untuk menumbuhkan kreativitas, kemandirian, serta jiwa kewirausahaan pada siswa. (Monitha/Dina)

