Kuliah Umum Prodi Farmasi UM Bandung Kupas Inovasi Pelarut Halal dan Kolaborasi Riset

Suara Muhammadiyah

28 July 2025

983
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Head of Research INHART (IIUM) Malaysia Assoc Prof Ts Dr Amal Elgharbawy menjelaskan bahwa pelarut konvensional yang sering digunakan cenderung beracun, mudah menguap, dan tidak dapat terurai dengan baik.

”Pelarut konvensional yang sering digunakan pun tentunya memiliki karakteristik yang bertentangan dengan nilai-nilai halal,” ungkapnya dalam acara Public Lecture yang diselenggarakan oleh Prodi Farmasi UM Bandung pada Kamis (24/07/2025).

Dalam menanggapi hal itu, dirinya memperkenalkan dua inovasi utama dalam pengembangan sains farmasi halal: Ionic Liquids (ILs) dan Deep Eutectic Solvents (DESs). ”Kedua jenis pelarut ini dipandang sebagai solusi masa depan yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga selaras dengan prinsip halal dan tayyib,” ucap Amal.

Berbeda dengan pelarut konvensional, ILs memiliki keunggulan seperti kestabilan termal tinggi, non-flammable, dan dapat disesuaikan untuk berbagai aplikasi industri farmasi. ”Ionic liquids memungkinkan produksi ester dan polimer pada kondisi yang lebih ringan dan aman,” jelas Amal.

Sementara itu, DESs khususnya Natural Deep Eutectic Solvents (NADES) merupakan pelarut alami dengan kemampuan tinggi dalam mengekstraksi senyawa aktif dari tanaman. ”NADES itu murah, biodegradable, dan berasal dari sumber yang dapat diperbarui. Sangat cocok untuk digunakan dalam produk halal,” tegasnya.

Dirinya juga menjelaskan beberapa aplikasi dari ILs dan DESs, seperti pada pembuatan obat, penyerapan CO₂ untuk lingkungan yang lebih bersih, dan bahkan pada sistem laundry tanpa air. ”Teknologi ini tentu sudah diuji dalam menstabilkan enzim dan meningkatkan efektivitas proses ekstraksi protein serta lipid untuk tujuan farmasi dan bioteknologi,” terang Amal.

Amal menekankan bahwa aspek halal bukan hanya terkait bahan, melainkan metode produksinya. ”Maka dari itu, konsep halal by design harus menjadi acuan dalam pengembangan produk farmasi, dengan mempertimbangkan keselamatan ilmiah dan kepatuhan syariah,” ungkapnya.

Lebih jauh, dirinya mendorong kolaborasi riset lanjutan kepada para mahasiswa UM Bandung untuk mengembangkan nanokarier berbasis ILs/DESs dalam pengiriman obat yang lebih efisien. ”Tujuan akhirnya bagaimana mewujudkan produk farmasi yang tidak hanya aman dan efektif, tetapi juga sesuai dengan maqasid al-shariah,” tutup Amal.*(FK)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Olimpiade Ahmad Dahlan (OlimpicAD) VIII resmi dibuka di Gedung ....

Suara Muhammadiyah

12 February 2026

Berita

KARTASURA, Suara Muhammadiyah – Islam adalah agama yang memiliki paradigma yang positif dan ko....

Suara Muhammadiyah

21 March 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Menyambut bulan suci Ramadhan yang hampir tba dengan semangat, Lazi....

Suara Muhammadiyah

27 February 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Salah satu program SD Muhammadiyah 1 Karanggeneng Lamongan atau leb....

Suara Muhammadiyah

7 August 2024

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Dalam upaya penguatan transformasi kepemimpinan dan pengkaderan, Pim....

Suara Muhammadiyah

19 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah