YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sering terdengar celetukan di luar nun jauh di sana, asumsi masyarakat memandang Muhammadiyah kering atau kurang berbudaya. Bagi Akhid Widi Rahmanto, asumsi seperti itu tidak tepat.
“Muhammadiyah itu sangat dekat dengan budaya,” tegas Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta tersebut.
Bukti konkretnya? “Tokoh-tokoh seni budaya di Muhammadiyah juga cukup banyak,” singkap Akhid. Lebih-lebih, di Muhammadiyahnya sendiri, ada lembaga yang fokus bergerak di bidang itu: Lembaga Seni Budaya (LSB).
“Yang itu juga memanfaatkan budaya ini bagian dari medan dakwah,” ujar Akhid.
Lembaga tersebut, memperkuat eksistensi Muhammadiyah yang tidak anti budaya dan kesenian. Justru sebaliknya. “Kesenian itu bagian dari media dakwah,” beber Akhid.
Bahkan, seni budaya ini, imbuh Akhid, lebih mudah untuk pengejawantahan media dakwah. “Di Muhammadiyah, Insyaallah media dakwah kita lebih tertata,” bebernya. Namun, tetap jangan menanggalkan syar’inya.
“Wayangan boleh, bagus, tapi enggak usah pakai ngobong menyan misalnya. Ketoprak boleh, tapi cerita yang bagus-bagus,” tuturnya.
Akhid mengemukakan itu pada saat Gelar Karya Kelas Peminatan Seni Budaya SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta, Jumat (22/5) di Pendopo Kajengan, Prenggan, Kotagede, Yogyakarta.
“Atas nama PDM Kota Yogyakarta mengapresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif dari SMP Muhammadiyah 7 membuat gelar karya. Ini artinya jumbuh dengan budaya Kotagede,” katanya.
Mengapa begitu? “Kotagede itu kota tua dan juga kota budaya,” tegasnya lagi. Dan, Akhid senang melihat talenta anak-anak di bidang seni budaya. “Anak-anak menampilkan kesenian, hiburan, Insyaallah itu bermanfaat,” ucapnya.
Seturut itu, Supriyadi, Kepala SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta melaporkan, acara tersebut merupakan bagian dari program sekolah yang dipersiapkan khusus anak-anak. “Belajar seni budaya,” ujarnya.
Dibentangkan lagi, pembelajaran kelas peminatan seni budaya diberikan tambahan jam khusus. Bagi Supriyadi, hal itu untuk meningkatkan bakat anak-anak.
“Mereka ada yang dilatih di bidang karawitan, perdalangan, kemudian seni lukis, seni rupa, dan lain-lain seperti itu,” jelasnya.
Supriyadi menyebut, seluruh siswa kelas 7-9 turut serta andil menampilkan bakat terbaiknya di bidang seni budaya dalam acara tersebut. Dengan tujuan, meningkatkan percaya diri anak-anak.
“Karena dia sudah berlatih lama kan dalam satu tahun ini,” sebutnya, mengimbuhkan, penguatan wawasan ihwal dakwah Muhammadiyah yang begitu rupa mediumnya.
“Dakwah di Muhammadiyah bisa dakwah lewat budaya. Jadi nanti ketika karawitan pun, lagu-lagu yang dibawakan pun juga ada selawatnya, ada pesan-pesan moral agama, ibadah, tetapi lewatnya budaya,” urainya.
Karena itu, Supriyadi mengajak bergabung di SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta untuk secara kolektif mengembangkan bakat seni budaya yang lebih menghunjam.
“Kami sangat berharap untuk bergabung dengan keluarga besar SMP Muhammadiyah 7, khususnya kelas seni budaya agar kita bisa bareng-bareng belajar untuk mengembangkan bakat minatnya bidang seni budaya,” tandasnya.
Acara ini menampilkan pantonim, karawitan, seni tari, wayang, akuistik, dan macapat. Dan, pra acara, juga disuguhkan penampilan dari SD Muhammadiyah Kleco, SD Muhammadiyah Bodon, dan SD Muhammadiyah Purbayan. (Cris)

