Tak Cukup Silaturahmi Lewat Grup WA, tapi Mesti Bertatap Muka

Suara Muhammadiyah

31 March 2026

488
dr Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes

dr Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Silaturahmi menjadi fundamental dalam membangun keharmonian kehidupan. Bahkan, dengan tegas Islam menyerukan umatnya untuk merekatkan silaturahmi.

Tidak main-main dampaknya. Kata Agus Taufiqurrahman, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, laku merekatkan silaturahmi meniscayakan dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya.

"Sekalipun, saat Idul Fitri kemarin di grup wa, kita sudah menyampaikan permohonan maaf. Tapi, kita meyakini tidak cukup lewat grup wa, ingin tetap tatap muka," ujar Agus.

Dalam tautan ini, seorang psikolog dari Kanada, Susan Pinker, meneliti di pulau Sardinia, Italia, di mana penduduk setempat berusia panjang, yakni 100 tahun usianya.

Penelitian tersebut menunjukkan selain dari faktor genetik, pada saat yang sama, rahasia umur panjang berakar tunjang sering melakukan interaksi atau bersua secara tatap muka.

"Seringnya ketemu warga Sardinia face to face (bertatap muka) dengan sesama warga menjadi faktor dominan kenapa angka harapan hidup tinggi," jelasnya.

Seorang Neurolog dari Merlin University mengkomparasikan perbedaan fae to face dengan melalui media sosial ternyata berbeda jauh. 

"Ketika ketemu face to face dengan segala perekamannya itu ternyata memberikan dampak yang hebat pada fungsi neurosains kepada suasana yang lebih baik," tegasnya.

Spektrum lebih jauh lagi, Robert Waldinger, psikiater dan psikoanalis dari Harvard University, Amerika Serikat menyebut, di antara faktor dominan yang menjadikan panjang umur, yaitu relasi sosial yang baik, di samping kebiasaan positive thinking.

"Kalau dua penelitian ini menyebutkan relasi sosial yang baik (silaturahmi), terbukti betul bahwa bagi kita Nabi yang sudah memberi isyarat 14 abad yang lalu, pasti benarnya. Bahwa sekarang ilmuwan menyampaikan datanya, harusnya menguatkan kita untuk silaturahmi," bebernya.

Di sinilah titik pembeda (distingtif) antara silaturahmi tatap buka dengan melalui grup wa, berikut perangkat lainnya.

Demikian Agus mengemukakan saat Halal Bi Halal dan Pelepasan Calon Jamaah Haji Keluarga Besar Universitas Islam Indonesia 1447 H, Selasa (31/3) di Auditorium KH Abdul Kahar Muzakir.

"Dan ini, kalau kita menyebut relasi sosial dengan sering tatap muka, ya itu maknanya kalau hadis Nabi tadi menyangkut silaturahmi," jelasnya.

Maka, perlu diperkuat lagi. Di sinilah relevansi Idul Fitri, menjadi ruang memperkuat jangkar silaturahmi, hubungan kekeluargaan untuk menciptakan kehidupan kian harmoni. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah – Kepala Sekolah dan guru-guru SMP At-Tin UMP melakukan kunjung....

Suara Muhammadiyah

28 June 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Dosen Pendidikan Sosiologi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) b....

Suara Muhammadiyah

19 February 2025

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 130 siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo di Hotel mengikuti pros....

Suara Muhammadiyah

11 June 2024

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Wilayah Muhammad....

Suara Muhammadiyah

24 June 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Laporan World Meteorological Organization (WMO) memprediksi periode....

Suara Muhammadiyah

15 July 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah