MANOKWARI, Suara Muhammadiyah – Sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman siswa terhadap isu lingkungan dan keberagaman, kegiatan pembelajaran pada mata pelajaran konservasi hari ini di lakukan dengan presentasi dan diskusi kelompok. Pembelajaran ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai isu- isu lingkungan sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem dan sumber daya hayati.
Kelas diawali dengan doa yang dipimpin oleh salah satu siswa menurut agama Nasrani. Doa pembuka berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh seluruh peserta kelas sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman serta upaya membangun suasana belajar yang inklusif dan saling menghargai antarumat beragama.
Ibu Elda selaku guru pengampu menyampaikan pengantar terkait tema pembelajaran hari ini, yaitu Ekosistem dan Sumber Daya Hayati. Dalam pengantarnya Bu Elda menekankan pentingnya memahami hubungan antara manusia dan alam serta tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Pembelajaran diisi dengan presentasi kelompok dan diskusi bersama. Para siswa dibagi menjadi tiga kelompok yang masing-masing membahas isu lingkungan yang berbeda namun saling berkaitan. Kelompok pertama mempresentasikan materi mengenai alih fungsi lahan, khususnya perubahan kawasan hutan menjadi kebun yang berdampak pada keseimbangan ekosistem. Kelompok kedua membahas permasalahan perburuan liar dan perburuan ilegal yang mengancam kelangsungan hidup berbagai spesies satwa. Sementara itu, kelompok ketiga memaparkan dampak pemanasan global terhadap ekosistem laut serta konsekuensinya bagi kehidupan manusia.
Setelah seluruh kelompok menyampaikan presentasi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi terbuka. Siswa dari kelompok lain memberikan pertanyaan, tanggapan, serta tambahan informasi terkait materi yang dipresentasikan. Diskusi berlangsung aktif dan menunjukkan antusiasme siswa dalam memahami berbagai persoalan lingkungan yang terjadi di sekitar mereka.
Selain aspek akademis, kegiatan ini juga menjadi sarana observasi untuk pengembangan modul pembelajaran di masa depan. Dalam sesi ini, siswa diajak berdialog melalui beberapa pertanyaan reflektif. Observasi ini menjadi bagian penting dalam proses penyusunan modul pembelajaran yang lebih kontekstual, partisipatif, dan sesuai dengan kebutuhan serta pengalaman belajar siswa. Dengan pendekatan ini, pembelajaran konservasi tidak hanya berfokus pada pemahaman teori, tetapi juga mendorong siswa untuk berpikir kritis, peduli terhadap lingkungan, serta memahami peran mereka dalam menjaga kelestarian sumber daya alam. (gendis/intan)
