Takbir Keliling Jangan Kedepankan Egosentrisme, Utamakan Syiar

Suara Muhammadiyah

28 March 2025

1664
Takbiran Keliling. Foto: Karim

Takbiran Keliling. Foto: Karim

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Takbiran keliling telah menjadi tradisi umat Islam di Indonesia, terutama dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Momen ini sangat ditunggu-tunggu, karena mengekspresikan kegembiraan dan kemeriahan. Termasuk, menyaksikan penampilan peserta yang mendominasi anak-anak, remaja, dan angkatan muda seraya pekik takbir yang dikumandangkan.

Dalam hal ini, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY sangat mengharapkan kegiatan takbiran keliling yang dikemas dengan perlombaan tersebut, dapat berjalan dengan sukses dan baik. Pada saat bersamaan, menghimbau agar dalam implementasinya, pertama, menjaga ketertiban dan kondusivitas lingkungan sekitar.

“Kalau takbir keliling ini biasanya selalu memenuhi jalan raya, tetapi tetap diusahakan memberi jalan kepada pejalan yang dalam kondisi darurat. Sehingga koordinasi kepada pihak keamanan, dalam menjaga kondusivitas jangan terjadi kekerasan, tawuran, ini hal yang paling pokok,” terang Wakil Ketua PWM DIY Iwan Setiawan saat Silaturahmi Ramadan 1446 H di Ruang Sidang Utama Kantor PWM DIY, Jumat (28/3).

Kedua, dalam syiar takbir keliling, suara takbir tetap menjadi syiar utama dalam takbir keliling. Meski ada maskot, kostum, dan gerakan yang dikemas sedemikian rupa, namun, Iwan meminta agar substansi takbir tidak tereduksi oleh unsur-unsur hiburan.

“Syiar utama dari takbir keliling adalah suara takbir yang dikumandangkan. Kami mengharapkan ketika pelaksanaan lomba takbir keliling ini yang dikedepankan adalah nilai takbirnya. Berkaitan dengan takbir yang syahdu, merdu, atau sesuai dengan lafadz,” ujarnya.

Ketiga, waktu pelaksanaan. Iwan menginstruksikan agar pelaksanaan takbiran keliling jangan sampai dini hari. Hal ini untuk menghindari potensi gangguan ketertiban dan memastikan keamanan serta kenyamanan bagi seluruh peserta dan masyarakat sekitar.

“Banyak kejadian panitia dan peserta takbir keliling, selesai dini hari, sehingga pagi harinya bangun kesiangan dan tidak ikut shalat Id. Maka, kami mengharapkan pada waktu pelaksanaan takbiran keliling ini diselesaikan sebelum dini hari,” tegasnya.

Keempat, dalam takbiran keliling memuat unsur seni dan budaya. Hal itu merupakan bagian dari olah rasa, karsa, dan karya manusia untuk merasakan keindahan. 

“Sehingga dalam pelaksanaan takbir keliling berkaitan seni dan budaya harus sesuai tuntunan Islam dan menuju kepada Allah SwT. Berkaitan takbir keliling tetap menjaga aurat laki-laki dan perempuan, maskot yang tidak menjurus kepada kesyirikan, dan dengan biaya itu tidak berlebihan,” pesannya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CIPUTAT, Suara Muhammadiyah – Lingkungan perguruan tinggi kini tengah menghadapi ancaman seriu....

Suara Muhammadiyah

19 April 2026

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah — Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr....

Suara Muhammadiyah

14 August 2025

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Ramadhan telah pergi dan syawal telah menghampiri. Setelah sebulan ....

Suara Muhammadiyah

11 April 2025

Berita

Tarawih Bersama Warga Muhammadiyah Banyuwangi, Bupati Sampaikan Program Pemerintah  BANYUWANGI....

Suara Muhammadiyah

5 March 2026

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - SD Muhammadiyah Sleman raih peringkat pertama Asesmen Standarisasi Pend....

Suara Muhammadiyah

9 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah