Tanpa Integritas dan Komunikasi yang Baik, Sistematisasi Bekerja Akan Carut-Marut

Publish

27 December 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
350
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Penciptaan manusia berorientasi mengabdi kepada Tuhan sebagai pantulan dari Qs adz-Dzariyat ayat 56. Bersamaan dengan itu, manusia juga mendapat mandat untuk menunaikan amanat yang disematkan oleh Tuhan (Qs al-Ahzab ayat 72).

“Yang bisa adalah al-Insan (manusia),” kata Jaenudin, menyebut sebelumnya, Tuhan telah memberikan usulan kepada langit, bumi, dan gunung. “Ternyata semuanya tidak bisa,” sambungnya, menekankan redaksi surat tersebut.

Kehendak Tuhan memang demikian. Jelaslah kemudian, Tuhan menetapkan dua spesifikasi dalam mengelola tatanan kehidupan di muka bumi, lebih khusus dikerucutkan pada tata kelola mensistematisasi pengelolaan di lingkungan perkantoran Muhammadiyah.

Pertama, tidak boleh zalim. Jaenudin menyebut, sebagai pemegang amanat di lingkungan Persyarikatan, semestinyalah menunaikan amanat tersebut dengan sebaik-baiknya. “Tidak boleh zalim. Maka, ranah persaudaraan, persahabatan, harus dijunjung tinggi,” ujarnya, menggarisbawahi pentingnya menjaga integritas.

“Satu sama lain saling tengang rasa, saling memahami, saling menyemangati,” imbuh Kepala Kantor PP Muhammadiyah Jakarta 2005-2003, Jumat (26/12) saat Baitul Arqam dan Family Gathering karyawan di EMTE Highland Resort Ciwidey, Rancabali, Patengan, Bandung, Jawa Barat.

Kedua, eliminasi sifat bodoh. Hefinal mendorong karyawan PP Muhammadiyah Jakarta harus profesional dalam bekerja. “Jika karyawan itu tidak bisa mengelola sesuatu maka akan tertinggal dan jauh dari profesional,” tegasnya.

Lebih jauh seperti yang dikemukakan Kepala Kantor PP Muhammadiyah Jakarta 2025-2026 Hefinal Chairan, mesti mengekspresikan kesyukuran.

“Setelah mendapat pekerjaan”, yang menyebut masih banyak terbentang orang luar nun jauh di sana yang tidak mendapat pekerjaan. “Itu sebuah amanat yang diberikan kepada kita oleh Allah yang wajib kita syukuri,” ujarnya.

Di situlah penting diletakkan semangat bekerja yang baik dan bertanggung jawab. Tidak kalah substansialnya, dari semangat itulah bisa mentransformasikan diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi. “Itu bermula dari kita sendiri. Tidak bisa kita harapkan kepada orang lain,” singkapnya dengan gamblang.

Bersamaan dengan itu pun, Hefinal mendorong mengelola komunikasi. Baginya, ini sangat penting sekali. “Merupakan fondasi utama ketika kita bekerja di kantor, atau di mana pun kita bertugas,” terangnya.

Jika komunikasi centang-perenang, Hefinal menyebut, semuanya akan carut-marut dan tidak sesuai garis orbit dunia perkantoran sebagaimana semestinya.

“Betapa pun beratnya sebuah tugas itu, tapi bisa komunikasikan dengan baik, diskusikan dengan baik, itu bisa kita selesaikan dengan baik,” tandasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lazismu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama Rumah Sak....

Suara Muhammadiyah

21 August 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Kaprodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah (U....

Suara Muhammadiyah

11 September 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Eco Bhinneka Muhammadiyah bekerja sama dengan BandungBergerak me....

Suara Muhammadiyah

13 June 2025

Berita

BATANG, Suara Muhammadiyah - Untuk pertama kalinya, Qabilah Siti Walidah MBS Putri Taruna Krapyak me....

Suara Muhammadiyah

18 December 2024

Berita

SUKABUMI, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat secara resmi mengeluar....

Suara Muhammadiyah

26 February 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah