Tiga Tokoh UNIMUS Dianugerahi Gelar Pendekar Kehormatan Tapak Suci di Muktamar XVI

Suara Muhammadiyah

10 August 2026

96
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Tiga tokoh Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menerima Gelar Pendekar Kehormatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah dalam Opening Ceremony Muktamar XVI Tapak Suci yang digelar di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Sabtu (8/8).

Ketiga tokoh tersebut yakni Rektor UNIMUS Masrukhi, Wakil Rektor III UNIMUS Eny Winaryati, dan Wakil Dekan Fakultas Ekonomi, Hukum, dan Bisnis (FEHBi) UNIMUS AM Jumai.

Ketiganya menjadi bagian dari 20 tokoh Muhammadiyah yang memperoleh Gelar Pendekar Kehormatan Tapak Suci atas kontribusi, dukungan, dan peran mereka dalam pengembangan persyarikatan serta kemajuan Tapak Suci Putera Muhammadiyah.

Penganugerahan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Tapak Suci Putera Muhammadiyah Afnan Hadikusumo dalam rangkaian pembukaan Muktamar XVI.

“Dengan mengucapkan bismillah, saya melantik saudara-saudara sebagai Pendekar Kehormatan Tapak Suci,” ujar Afnan saat prosesi penganugerahan.

Bagi UNIMUS, penganugerahan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi tiga tokoh dalam memperkuat gerakan Muhammadiyah melalui berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kelembagaan, kaderisasi hingga pengembangan organisasi.

Rektor UNIMUS Masrukhi menjadi salah satu penerima Gelar Pendekar Kehormatan. Dukungan Masrukhi terhadap penyelenggaraan Muktamar XVI juga terlihat dari keterlibatan UNIMUS sebagai bagian penting dalam rangkaian pelaksanaan agenda Muktamar di Kota Semarang.

Dua tokoh UNIMUS lainnya, Wakil Rektor III Eny Winaryati, sekaligus sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah, dan Wakil Dekan FEHBi AM Jumai, juag sebagai Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) turut menerima penghargaan yang sama.

Keterlibatan tiga pimpinan UNIMUS sebagai penerima Gelar Pendekar Kehormatan memperlihatkan eratnya hubungan antara perguruan tinggi Muhammadiyah dan Tapak Suci Putera Muhammadiyah.

Di lingkungan Muhammadiyah, Tapak Suci tidak hanya dipandang sebagai organisasi olahraga dan seni bela diri. Lebih dari itu, Tapak Suci menjadi salah satu wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta kaderisasi generasi muda.

Organizing Committee Muktamar Tapak Suci, Rony Syaifullah, sebelumnya menjelaskan bahwa penerima Gelar Pendekar Kehormatan harus memenuhi sejumlah persyaratan. Salah satunya adalah penerima merupakan warga Muhammadiyah. Gelar tersebut tidak diberikan semata-mata kepada praktisi atau penggiat Tapak Suci, tetapi kepada warga Muhammadiyah yang dinilai memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan, kemajuan kelembagaan, dan pembinaan Tapak Suci.

“Harus memiliki nomor baku Muhammadiyah. Tentunya ketika nanti akan menjadi Pendekar Kehormatan Tapak Suci, harus menjadi anggota Tapak Suci,” kata Rony.

Sebanyak 20 tokoh menerima Gelar Pendekar Kehormatan Tapak Suci dalam kesempatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pimpinan Muhammadiyah, akademisi, pimpinan perguruan tinggi, pemerintahan, legislatif, hingga tokoh profesional.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Isu intoleransi dan diskriminasi di lingkungan pendidikan masih m....

Suara Muhammadiyah

18 May 2026

Berita

Ranting Itu Penting, Cabang Harus Berkembang, Masjid Makmur Memakmurkan BREBES, Suara Muhammadiyah ....

Suara Muhammadiyah

9 November 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Milad Aisyiyah ke 107 yang jatuh pada 19 Mei merupakan momentu....

Suara Muhammadiyah

16 May 2024

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Lebih dari 4.500 siswa dan guru dari sekolah Muhammadiyah memadati Dome....

Suara Muhammadiyah

22 October 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - SM Tower Malioboro, perusahaan yang bergerak di bidang jasa bisnis ....

Suara Muhammadiyah

16 October 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah