Transformasi Manajemen Masjid, Takmir Dituntut Adaptif Menjawab Kebutuhan Jamaah

Suara Muhammadiyah

27 June 2026

278
Foto Istimewa

Foto Istimewa

KLATEN, Suara Muhammadiyah – Masjid bukan sekadar tempat ibadah, melainkan ruang publik yang harus dapat menjawab tantangan dan kebutuhan umat. Di sinilah pengelolaan masjid harus inklusif dan menyentuh akar rumput masalah yang dihadapi jamaah.

“Pengelolaan masjid hari ini perlu menyentuh masalah utama jamaah. Jika jamaah mempunyai utang, maka pengelola masjid perlu mencarikan solusi,” ujar Fathudin Achmad Widodo, Ketua Tim Pengabdian Universitas Negeri Yogyakarta.

Fathudin mengemukakan itu saat Pelatihan Manajemen Masjid bagi para takmir, Kamis (25/6) di SMP IT Muhammadiyah An-Najah Jatinom, Klaten, Jawa Tengah.

“Apa pun latar belakang organisasi keagamaan kita, masjid adalah rumah bersama untuk tumbuh kembang,” tambahnya.

Tim pengabdi UNY membagikan best practice dari beberapa masjid besar yang sukses mengelola umat secara modern. Benni Setiawan, misalnya, membagikan pengalaman tentang Masjid Al-Falah Sragen.

Masjid ini menjadi tempat tujuan wisata Muktamar ke-48 Muhammadiyah. Yang menarik untuk diamati lebih jauh adalah bahwa masjid ini dikenal berani menerapkan strategi keuangan "saldo minus" demi memaksimalkan pelayanan umat.

“Uniknya, saat saldo dilaporkan minus, antusiasme jamaah untuk bersedekah justru meningkat,” kata Benni, yang juga Ketua Bidang Konsolidasi Ideologi dan Wacana Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Salah satu trik manajemennya yang menarik, kata Benni, adalah mengganti kotak infak lama yang kecil dan kusam dengan kotak infak berdesain bagus dengan lubang yang besar.

“Sehingga mempermudah jamaah yang ingin berinfak dalam jumlah besar (seperti pecahan Rp10 juta),” terangnya.

Di sini, Beni menyebut, takmir masjid harus kreatif, lebih-lebih di era sekarang. “Kalau ingin infak banyak, maka harus ada perubahan paradigma dalam kotak amal,” tekannya.

Lebih lanjut, bagi Beni, kotak amal yang biasanya lubang kecil harus diubah dengan lubang besar untuk menampung uang yang banyak dari jamaah.

“Harus diubah menjadi lebih bagus sehingga jamaah malu kalau hanya infaq sedikit,” bebernya.

Melalui pelatihan ini diharapkan tidak berhenti sebagai wacana, melainkan menjadi momentum bagi para takmir di Kecamatan Jatinom untuk bangkit bersama.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Henti jantung (cardiac arrest) adalah salah satu penyebab utama kematia....

Suara Muhammadiyah

6 February 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhmamadiyah – Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung ke....

Suara Muhammadiyah

14 July 2025

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menambah guru besar dala....

Suara Muhammadiyah

2 January 2024

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyambut ke....

Suara Muhammadiyah

18 November 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Inisiasi kerja sama internasional di bidang akademik dilakukan oleh....

Suara Muhammadiyah

13 March 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah