KUNINGAN, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kuningan menyelenggarakan Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) Tahun 2026 pada Ahad, 6 Sya’ban 1447 H bertepatan dengan 25 Januari 2026 M. Kegiatan ini berlangsung di Universitas Muhammadiyah Kuningan dan diikuti oleh jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah, pimpinan majelis dan lembaga, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), serta unsur Organisasi Otonom (Ortom) se-Kabupaten Kuningan.
Musypimda merupakan forum strategis Persyarikatan yang berfungsi sebagai sarana konsolidasi kepemimpinan, evaluasi program, serta perumusan arah kebijakan Muhammadiyah di tingkat daerah di antara Musyawarah Daerah.
Kegiatan diawali dengan sambutan Rektor Universitas Muhammadiyah Kuningan, Dr. apt. Wawang Anwarudin, M.Sc., selaku tuan rumah penyelenggara. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PDM Kabupaten Kuningan serta menegaskan komitmen perguruan tinggi Muhammadiyah untuk terus bersinergi dengan Persyarikatan. Ia menekankan bahwa Amal Usaha Muhammadiyah, khususnya perguruan tinggi, memiliki peran strategis dalam pengembangan sumber daya manusia, penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, kaderisasi, serta pengabdian kepada masyarakat.
Sambutan utama disampaikan oleh Ketua PDM Kabupaten Kuningan, Ustadz Dadan Rohmatun Ramdan, Lc.. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya dinamika dan gerak berkelanjutan dalam organisasi Muhammadiyah. Ia mengibaratkan bahwa air yang diam akan menjadi keruh dan menampung kotoran, sedangkan air yang mengalir akan tetap terjaga kejernihannya. Analogi tersebut menjadi pengingat bahwa Muhammadiyah harus terus bergerak, berinovasi, dan melakukan pembaruan agar tetap jernih dalam visi serta relevan dalam menjawab tantangan zaman.
Dalam bidang dakwah, Ketua PDM mendorong penguatan dakwah digital oleh Majelis Tabligh sebagai respon atas perubahan pola komunikasi masyarakat. Selain itu, ia juga menyoroti pengembangan wakaf digital oleh Majelis Wakaf melalui kerja sama strategis dengan Lazismu guna mengoptimalkan penghimpunan dan pengelolaan wakaf secara transparan dan akuntabel.
Pada aspek kelembagaan, Ketua PDM menyampaikan agenda revitalisasi dan restrukturisasi majelis serta lembaga di bawah PDM Kabupaten Kuningan sebagai langkah penguatan fungsi organisasi dan peningkatan efektivitas kinerja. Ia juga menegaskan pentingnya penguatan dakwah internal Muhammadiyah di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang dikemas dan dilaksanakan melalui PCM masing-masing, dengan penekanan pada pembinaan kepribadian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).
Lebih lanjut, Ketua PDM mendorong agar seluruh potensi AUM, seperti Universitas Muhammadiyah Kuningan, sekolah-sekolah Muhammadiyah, dan amal usaha lainnya, dapat dimaksimalkan dan dikoneksikan secara sistematis dengan PCM dan Ortom setempat. Ortom Muhammadiyah dipandang memiliki peran strategis sebagai pilar kaderisasi dan penggerak dakwah sesuai segmen masing-masing, sehingga sinergi antara AUM, PCM, dan Ortom menjadi kunci penguatan gerakan Muhammadiyah di tingkat akar rumput.
Pelaksanaan Musypimda PDM Kabupaten Kuningan Tahun 2026 dipimpin oleh Hermawan, M.Si., selaku Ketua PDM Koordinator Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) dan Lazismu. Ia memandu jalannya musyawarah secara tertib dan sistematis sesuai dengan prinsip kolektif-kolegial Muhammadiyah.
Mengakhiri rangkaian pembukaan, Ketua PDM Kabupaten Kuningan secara resmi membuka Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) PDM Kabupaten Kuningan Tahun 2026. Musypimda ini diharapkan menghasilkan keputusan dan rekomendasi strategis yang memperkuat peran Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah dan tajdid di Kabupaten Kuningan.

