UAD Dorong Penguatan Komunikasi Ibu dan Anak melalui Filial Therapy Empatik

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
73
rogram Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di TK ABA Tegallayang 1, Pandak, Bantul, Selasa (10/2)

rogram Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di TK ABA Tegallayang 1, Pandak, Bantul, Selasa (10/2)

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan keluarga dan masyarakat. Tim Dosen Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP UAD melaksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di TK ABA Tegallayang 1, Pandak, Bantul, Selasa (10/2). Kegiatan ini mengangkat tema “Penguatan Pola Komunikasi Ibu dan Anak melalui Program Filial Therapy Berbasis Komunikasi Empatik” dan diikuti oleh 45 wali murid. 

Tim PKM diketuai oleh Dr. Siti Salamah dengan anggota Wachid Eko Purwanto, M.A. dan Sudaryanto, M.Pd. dalam sambutannya yang diwakili oleh Sudaryanto, M.Pd. menyebutkan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Ahmad Dahlan bertujuan untuk memperkuat pola komunikasi antara ibu dan anak melalui pendekatan filial therapy berbasis komunikasi empatik. Melalui kegiatan ini, PBSI FKIP UAD berkomitmen mendampingi para orang tua agar mampu membangun kedekatan emosional yang sehat, meningkatkan kualitas pengasuhan, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan kasih sayang pada anak. PKM ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi akademisi dalam menjembatani teori pendidikan dengan praktik nyata di masyarakat, sehingga tercipta lingkungan keluarga yang harmonis dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala TK ABA Tegallayang 1 menyampaikan sambutan yang penuh kehangatan sekaligus apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diinisiasi oleh Tim Dosen PBSI FKIP Universitas Ahmad Dahlan. Ia menegaskan bahwa kehadiran tim dosen di TK ABA Tegallayang 1 merupakan sebuah kehormatan sekaligus kesempatan berharga bagi pihak sekolah dan para orang tua siswa untuk memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya komunikasi empatik dalam pengasuhan anak. Dengan penuh rasa syukur, ia menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta yang hadir, serta menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar acara seremonial, melainkan sebuah langkah nyata dalam membangun sinergi antara dunia akademik dan lembaga pendidikan anak usia dini. Kepala sekolah berharap agar materi yang disampaikan dapat benar-benar dipahami dan diterapkan oleh para orang tua dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta pola komunikasi yang lebih hangat, penuh kasih sayang, dan mendukung perkembangan emosional anak. Ia juga menambahkan bahwa program ini sejalan dengan visi TK ABA Tegallayang 1 untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, empati tinggi, dan mampu berinteraksi dengan baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Dengan demikian, kegiatan PKM ini diharapkan menjadi titik awal bagi terjalinnya kerja sama berkelanjutan antara sekolah, orang tua, dan perguruan tinggi dalam membangun pendidikan yang lebih humanis dan berorientasi pada kesejahteraan anak.

Hadir juga dalam kesempatan tersebut Lurah Caturharjo, H. Wasdianto, S.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga pada peran keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama. Menurutnya, komunikasi yang baik antara ibu dan anak merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Dengan adanya sinergi antara pendidikan keluarga dan sekolah, anak-anak akan memperoleh dukungan yang lebih komprehensif, baik dari sisi akademik maupun emosional. Hal ini sejalan dengan visi masyarakat Caturharjo yang ingin membangun generasi berkarakter, berdaya, dan siap menghadapi tantangan zaman. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa program PKM yang dilaksanakan oleh Tim Dosen PBSI FKIP UAD sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Pendekatan filial therapy berbasis komunikasi empatik dinilai mampu memberikan bekal praktis bagi orang tua dalam mengasuh anak dengan penuh kasih sayang dan kesadaran emosional. Lurah Caturharjo menekankan bahwa kegiatan semacam ini bukan hanya mendukung keluarga yang harmonis, tetapi juga memperkuat masyarakat secara keseluruhan. Dengan komunikasi yang sehat di dalam keluarga, diharapkan lahir generasi yang lebih percaya diri, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

Dalam kapasitasnya sebagai Bunda Paud TPPKK Caturharjo Pandak, Hj. Siti Wakhidah, S.E. menegaskan bahwa kegiatan PKM ini sejalan dengan gerakan peningkatan kualitas pengasuhan anak usia dini yang menjadi salah satu fokus utama program PKK. Ia menyampaikan bahwa komunikasi empatik antara ibu dan anak merupakan pondasi penting dalam membentuk karakter anak sejak dini. Dengan adanya pendekatan filial therapy yang diperkenalkan oleh Tim Dosen PBSI FKIP UAD, para orang tua diharapkan mampu mengembangkan pola komunikasi yang lebih hangat, penuh kasih sayang, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Hal ini menurutnya sangat relevan dengan misi PKK dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui pendidikan dan pengasuhan yang berkualitas. Lebih lanjut, Hj. Siti Wakhidah menekankan bahwa sebagai Bunda Paud, ia memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap program yang menyentuh aspek pengasuhan anak usia dini dapat berjalan efektif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Ia mengapresiasi langkah UAD yang menghadirkan pendekatan akademis sekaligus praktis, sehingga orang tua tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga strategi yang bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan komunikasi yang sehat, anak-anak akan tumbuh dengan rasa percaya diri, memiliki kemampuan berinteraksi yang baik, serta terbentuk karakter yang kuat. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi berkelanjutan bagi masyarakat Caturharjo dan menjadi bagian dari gerakan PKK dalam membangun keluarga harmonis, sejahtera, dan berdaya.

Mewakili tim, Sudaryanto, M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi berkelanjutan. “Kami ingin mendampingi para orang tua agar lebih memahami pentingnya komunikasi empatik. Filial therapy bukan hanya metode, tetapi juga sarana membangun kedekatan emosional yang akan berdampak positif pada perkembangan anak,” jelasnya. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP Universitas Ahmad Dahlan bertujuan untuk memperkuat pola komunikasi antara ibu dan anak melalui pendekatan filial therapy berbasis komunikasi empatik. Melalui kegiatan ini, PBSI FKIP UAD berkomitmen mendampingi para orang tua agar mampu membangun kedekatan emosional yang sehat, meningkatkan kualitas pengasuhan, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan kasih sayang pada anak. PKM ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi akademisi dalam menjembatani teori pendidikan dengan praktik nyata di masyarakat, sehingga tercipta lingkungan keluarga yang harmonis dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. 

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini tidak hanya menjadi bukti nyata komitmen Universitas Ahmad Dahlan dalam mendukung pendidikan keluarga dan masyarakat, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan lembaga pendidikan mampu menghadirkan solusi konkret bagi tantangan pengasuhan anak di era modern. Melalui pendekatan filial therapy berbasis komunikasi empatik, para orang tua dibekali dengan keterampilan praktis untuk membangun kedekatan emosional yang sehat dengan anak, sehingga tercipta lingkungan keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi berkelanjutan yang dapat ditiru oleh lembaga pendidikan lain, sekaligus memperkuat gerakan masyarakat dalam membangun generasi yang berkarakter, percaya diri, dan berdaya saing. Dengan adanya sinergi yang terjalin, PKM ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pendidikan yang lebih humanis, berorientasi pada kesejahteraan anak, serta mendukung terciptanya masyarakat yang sejahtera, berdaya, dan berkeadilan sosial. (Dd)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tim Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah....

Suara Muhammadiyah

11 May 2024

Berita

GRESIK, Suara Muhammadiyah - Perpustakaan HACHI SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik patut berbangga....

Suara Muhammadiyah

17 December 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universi....

Suara Muhammadiyah

12 July 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Lembaga Hikmah dan Kebiajakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah M....

Suara Muhammadiyah

27 March 2025

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah –  Pembukaan acara Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa B....

Suara Muhammadiyah

26 September 2023