BENGKULU, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Bengkulu menyalurkan hewan qurban untuk dua madrasah yang berada di wilayah selatan Filipina pada momentum Iduladha tahun ini. Penyaluran dilakukan bekerja sama dengan Muhammadiyah Philippines Inc, organisasi yang menaungi gerakan Muhammadiyah di negara tersebut. Lokasi penyaluran berada di Madrasah Aisyiyah Filipina yang terletak di Desa Mangsee, Kabupaten Balabac, serta Madrasah Al-Qurtuba Al-Islamiya di Desa Riotuba, Kabupaten Bataraza. Kedua wilayah itu masuk dalam Provinsi Palawan, kawasan yang dikenal memiliki komunitas Muslim cukup besar di Filipina. Tak kurang, ada lebih dari 100.000 muslim yang tinggal di povinsi yang terlihat berdekatan dengan Kalimantan ini
Kepala UMB Global Engagement Andi Azhar menyampaikan, kegiatan qurban lintas negara ini merupakan bagian dari upaya kampus memperluas jangkauan kerja sama internasionalnya. "Qurban global ini menjadi salah satu wujud nyata visi besar UMB dalam hal internasionalisasi. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran UMB tidak hanya dirasakan di dalam negeri, tetapi juga mampu menebar manfaat hingga ke komunitas Muslim di luar Indonesia," ujarnya. Menurut Andi, kerja sama semacam ini sekaligus memperkuat jejaring kampus dengan organisasi keagamaan di kawasan Asia Tenggara. Ia berharap kolaborasi serupa dapat berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.
Penerima manfaat dari kegiatan ini adalah para santri yang menempuh pendidikan di pondok pesantren perempuan setempat. Tercatat sebanyak 30 santri perempuan dan 35 santri laki-laki menerima manfaat langsung dari penyaluran tersebut. Daging qurban dibagikan kepada para santri serta sebagian masyarakat di sekitar lokasi madrasah.
Presiden Muhammadiyah Philippines Inc Nhelbourne Mohammad menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan UMB. "Alhamdulillah. Kami atas nama sister organization Muhammadiyah Filipina, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan hewan qurban yang telah diberikan. Alhamdulillah, amanah qurban tersebut telah kami laksanakan dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah qurban ini", tuturnya melalui pesan WhatsApp.
Muhammadiyah Philippines Inc merupakan organisasi yang berstatus sebagai sister organization atau organisasi saudara dari Muhammadiyah di Indonesia. Status ini menandakan adanya hubungan kemitraan resmi antara gerakan Muhammadiyah di kedua negara, meski keduanya berdiri secara mandiri di wilayah masing-masing. Lewat hubungan tersebut, kegiatan keagamaan, pendidikan, hingga sosial dapat dijalankan secara bersama. Keberadaan organisasi ini menjadi pintu masuk bagi lembaga-lembaga Muhammadiyah di Indonesia, termasuk perguruan tinggi, untuk menjalin program lintas batas. Kegiatan qurban kali ini menjadi salah satu contoh konkret dari kemitraan yang terbangun.
Rektor UMB Susiyanto dalam kesempatan terpisah mengungkapkan rasa syukurnya atas terlaksananya kegiatan ini. Ia menyebut, tahun ini menjadi momen istimewa karena UMB dapat ikut berqurban di Filipina. "Kami bersyukur tahun ini UMB bisa berqurban hingga ke Filipina. Semoga apa yang kami salurkan benar-benar menebar manfaat bagi saudara-saudara kita di sana. UMB juga akan terus mendukung kerja-kerja internasionalisasi Muhammadiyah, salah satunya melalui kegiatan qurban lintas negara seperti ini," katanya. Ia menegaskan, komitmen kampus terhadap agenda internasionalisasi bukan sekadar wacana administratif, melainkan diwujudkan melalui program yang menyentuh masyarakat secara langsung.
Penyaluran qurban di Palawan diharapkan menjadi awal dari rangkaian kegiatan serupa pada masa mendatang. Bagi UMB, program ini sekaligus memperkuat posisi kampus dalam jaringan kerja sama internasional, khususnya dengan komunitas Muslim di Asia Tenggara. Andi Azhar menyebut, pihaknya akan mengevaluasi pelaksanaan tahun ini untuk merancang model kerja sama yang lebih luas. Harapannya, manfaat yang dihadirkan tidak berhenti pada momentum Iduladha, tetapi berlanjut dalam bentuk program pendidikan dan pemberdayaan.

