METRO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) melaksanakan kegiatan evaluasi lapangan usul pembukaan Program Studi Kedokteran Hewan Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Dokter Hewan Program Profesi di Gedung dr. Soetomo, Kampus 3, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan ini merupakan tahapan penting dalam proses perizinan pembukaan program studi baru yang dihadiri oleh tim evaluator, perwakilan pemerintah pusat, LLDIKTI Wilayah II, serta berbagai mitra dan stakeholder terkait. Turut hadir undangan dari instansi pemerintah seperti dinas peternakan dan kesehatan hewan, kepala UPTD, organisasi profesi seperti Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), asosiasi peternak, dunia usaha, serta para calon dosen yang akan memperkuat penyelenggaraan program studi tersebut.
Dalam kegiatan tersebut, tim evaluator yang hadir yakni Prof. drh. Tuti Wresdeyati, Ph.D. dan Prof. Dr. drh. Joko Prastowo, M.Si., yang melakukan penilaian komprehensif terhadap kesiapan institusi, mulai dari aspek sumber daya manusia, kurikulum, hingga sarana dan prasarana pendukung.
Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa pembukaan Program Studi Kedokteran Hewan merupakan bagian dari komitmen universitas dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan pembangunan sektor peternakan serta kesehatan hewan.
Ia menjelaskan bahwa proses pengusulan prodi ini telah melalui perjalanan panjang sejak tahun 2024, diawali dengan komunikasi bersama stakeholder, termasuk dinas terkait dan organisasi profesi seperti Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).
“Proses ini tidak instan. Kami memulai dari audiensi, FGD, hingga pendampingan dengan berbagai pihak, termasuk belajar ke sejumlah perguruan tinggi dan didampingi oleh Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Semua ini kami lakukan untuk memastikan kesiapan secara akademik maupun sarana-prasarana,” jelasnya.
Rektor juga menyampaikan harapan besar agar prodi ini dapat melahirkan sumber daya manusia dokter hewan yang kompeten dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti, Deny Kurniawan, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi atas upaya UM Metro dalam memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya di bidang kedokteran hewan.
Menurutnya, pembukaan program studi kedokteran hewan dan profesi dokter hewan memiliki nilai strategis dalam mendukung konsep One Health, yaitu keterkaitan antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
“Kami melihat kebutuhan dokter hewan di Indonesia masih cukup tinggi, baik dari sisi jumlah maupun distribusinya. Oleh karena itu, kehadiran program studi ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan tersebut, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa setelah proses evaluasi lapangan, akan dilakukan tahapan lanjutan berupa perbaikan dokumen jika diperlukan, validasi akreditasi sementara, hingga penerbitan Surat Keputusan (SK) pendirian program studi.
Perwakilan LLDIKTI Wilayah II, Kabag Kelembagaan dan Kerja Sama Win Honaini, S.H., M.Si., menyampaikan dukungan penuh terhadap usulan pembukaan prodi tersebut. Ia menilai UM Metro menunjukkan keseriusan dan kesiapan yang matang dalam proses pengajuan.
“Kami melihat progres UM Metro sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk dalam pengembangan program studi. Dengan dukungan sumber daya yang ada, kami optimistis prodi kedokteran hewan ini dapat segera terealisasi,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemenuhan seluruh aspek penilaian dalam evaluasi, termasuk sumber daya manusia, kurikulum, serta sarana dan prasarana sebagai syarat utama diterbitkannya izin.
Kegiatan evaluasi lapangan ini menjadi momentum strategis bagi UM Metro dalam memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, pembukaan Program Studi Kedokteran Hewan dan Profesi Dokter Hewan diharapkan segera terwujud dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.
