Umat Harus Tenang, Protes Boleh Asal Jangan Merusak

Publish

2 September 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
657
KH Fathurrahman Kamal, Lc., MSI

KH Fathurrahman Kamal, Lc., MSI

BANTUL, Suara Muhammadiyah — Di tengah memanasnya kondisi bangsa dengan maraknya aksi protes, pembakaran gedung, hingga penjarahan, Muhammadiyah mengajak umat untuk tetap tenang dan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW. Hal ini disampaikan Fathurrahman Kamal dalam Pengajian Ahad Kliwon di Masjid Al Musannif, Tamantirto, Bantul, Ahad (31/8).

Menurutnya, gejolak sosial yang terjadi akhir-akhir ini, termasuk pembakaran Mapolda DIY, pendudukan Gedung DPR, hingga penjarahan rumah pribadi anggota Dewan, menunjukkan masyarakat tengah menuntut hak. Namun, KH Fathurrahman mengingatkan bahwa cara-cara anarki bukanlah karakter umat Islam.

“Protes boleh, menuntut keadilan juga boleh. Tapi merusak bukan akhlak Muhammad SAW. Kalau halte dirusak, gedung dibakar, yang memperbaiki dengan uang siapa? Ujungnya pajak kita juga,” tegasnya.

Dalam ceramahnya, ia mencontohkan peristiwa wafatnya seorang pemuda ojol bernama Affan Kurniawan (21) yang menjadi korban saat melintas di jalur demo. Menurutnya, kerja keras mencari nafkah dengan cara halal, meski sederhana, lebih mulia di sisi Allah dibanding jabatan tinggi yang disertai korupsi.

“Di hadapan Allah, tidak ada beda antara presiden dan ojol. Yang penting bagaimana cara mencari rezeki dan untuk apa digunakannya,” ungkapnya.

KH Fathurrahman juga mengingatkan pentingnya meneladani Rasulullah SAW sebagai rahmatan lil ‘alamin. Ia mencontohkan kisah Sumamah bin Utsal yang akhirnya masuk Islam berkat perlakuan penuh kasih dari Nabi, tanpa cacian dan kekerasan. “Dakwah itu rahmat, bukan demo apalagi bakar-bakar,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, ia menyinggung pula diskusi tokoh Muhammadiyah dengan Presiden Prabowo. Menurutnya, apapun gejolak politik yang terjadi, pada akhirnya negeri ini akan kembali mendekap umat islam.

“Kalau negeri ini untung, umat Islam yang paling untung. Kalau rugi, umat Islam juga yang paling rugi. Maka mari kita jaga bangsa ini dengan tenang, berdoa, dan meneladani Nabi,” pesannya.

Pengajian ditutup dengan doa bersama untuk bangsa dan para pemimpin, khususnya agar masyarakat senantiasa diberi ketenangan dan keselamatan dalam menghadapi situasi yang semakin dinamis. (Hadi/Nurvi)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Prof.Dr Hamka ( UHAMKA) Menjadi salah s....

Suara Muhammadiyah

28 October 2023

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah  - Pimpinan Ranting Muhammadiyah Titi Papan, PCM Medan Marelan mengge....

Suara Muhammadiyah

19 September 2023

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah – Upaya memperkuat citra organisasi di era digital terus dilakuka....

Suara Muhammadiyah

23 December 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Beasiswa Kader Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Majelis....

Suara Muhammadiyah

13 July 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta (UTM Jakarta) kembali menunj....

Suara Muhammadiyah

11 June 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah