UMM Gandeng Pemerintah Kabupaten Nganjuk Kembangkan Pertanian Organik

Suara Muhammadiyah

18 September 2023

1444
UMM

UMM

NGANJUK, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggaet pemerintah daerah untuk pengmbangan pertanian organik. Kali ini, mereka bekerjasama dengan pemerintah daerah Nganjuk untuk mengembangkan sistem pertanian bawang organik. Kerjasama tersebut telah diawali dengan penanaman di demonstration plot (demplot) pada 11 September lalu di Desa Sukorejo, Rejoso, Nganjuk. Kegiatan ini juga menjadi salah satu program Profesor Pengerak Ekonomi Masyarakat yang terus dijalankan oleh UMM.

Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Kab. Nganjuk, Muslim Harsoyo dan sederet perwakilan Kampus Putih dalam penanaman perdana tersebut. Ketua tim Prof. Dr. Ir. Indah Prihantini, M.P. menjelaskan, kegiatan ini merupakan implementasi dari program Matching Fund Kedaireka yang dilaksanakan di 2023. Beberapa kegiatan yang sudah dan sedang dilakikan adalah penyluhan pertanian organik, penggunaan pupuk cari organik dan lainnya.

“Tim kami juga sudah mendampingi 20 petani bawang merah untuk mengelola dan menjalankan pertanian organik. Jadi ini kerjasama yang strategis karena menggandeng beberapa pihak seperti pemda, dinas pertanian, koperasi serta para petani,” tambahnya.

Adapun lahan awal yang akan digarap seluas 5 hektar. Penanaman bawang organik tersebut akan diberi pupuk yang telah Indah kembangkan, yakni Rebost. Ia berharap, para petani bisa belajar dan akhirnya beralih ke pertanian ramah lingkungan. Sebelumnya, ia dan tim juga sudah sukses menjalankan pertanian organik di Bondowoso dna memberikan hasil yang maksimal dan menggembirakan bagi petani.

“Sebenarnya, program yang di Nganjuk ini mirip dengan yang sudah terlaksana di Bondowoso sejak 2017 lalu. Bedanya, jika di Bondowoso fokusnya pada padi sementara di Nganjuk kami fokus pada pertanian bawang. Semoga program ini bisa berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat di tahun pertama ini,” kata Indah.

Di sisi lain, Kadinas Pertanian Muslim Harsoyo menyambut gembira kerjasama ini. Ia juga berharap pertanian organik ini bisa memberikan hasil yang sehat, bagus, dan menguntungkan. Apalagi dengan adanya peraturan menteri yang mengurangi jenis dan jumlah komoditas pupuk bersubsidi. Maka menurutnya, pupuk organik menjadi salah satu solusi yang bisa digunakan.

 

Muslim mengatakan bahwa penggunaan pupuk kimia juga memberikan dampak negatif, baik bagi petani maupun produktivitas tanah. Seiring waktu, par apetani mau tidak mau harus menambah biaya untuk melanjutkan aktivitas pertanian. “Semoga kolaborasi ini bisa memberikan hal baik bagi semua pihak, terutama untuk para petani,” tegasnya mengakhiri. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR....

Suara Muhammadiyah

18 December 2024

Berita

PONOROGO, Suara Muhammadiyah – Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) P....

Suara Muhammadiyah

13 July 2026

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul (PKU Bantul) mentasyarufkan Paket R....

Suara Muhammadiyah

23 March 2024

Berita

TAKALAR, Suara Muhammadiyah - Memperkuat penyebaran syiar persyarikatan Muhammadiyah maka dalam wakt....

Suara Muhammadiyah

7 April 2024

Berita

KEBUMEN, Suara Muhammadiyah - Sejumlah tiga kontingen MCC LKSA PDM Cilacap mengikuti Jambore MCC LKS....

Suara Muhammadiyah

28 June 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah