UMM Gandeng Pemerintah Kabupaten Nganjuk Kembangkan Pertanian Organik

Publish

18 September 2023

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1195
UMM

UMM

NGANJUK, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggaet pemerintah daerah untuk pengmbangan pertanian organik. Kali ini, mereka bekerjasama dengan pemerintah daerah Nganjuk untuk mengembangkan sistem pertanian bawang organik. Kerjasama tersebut telah diawali dengan penanaman di demonstration plot (demplot) pada 11 September lalu di Desa Sukorejo, Rejoso, Nganjuk. Kegiatan ini juga menjadi salah satu program Profesor Pengerak Ekonomi Masyarakat yang terus dijalankan oleh UMM.

Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Kab. Nganjuk, Muslim Harsoyo dan sederet perwakilan Kampus Putih dalam penanaman perdana tersebut. Ketua tim Prof. Dr. Ir. Indah Prihantini, M.P. menjelaskan, kegiatan ini merupakan implementasi dari program Matching Fund Kedaireka yang dilaksanakan di 2023. Beberapa kegiatan yang sudah dan sedang dilakikan adalah penyluhan pertanian organik, penggunaan pupuk cari organik dan lainnya.

“Tim kami juga sudah mendampingi 20 petani bawang merah untuk mengelola dan menjalankan pertanian organik. Jadi ini kerjasama yang strategis karena menggandeng beberapa pihak seperti pemda, dinas pertanian, koperasi serta para petani,” tambahnya.

Adapun lahan awal yang akan digarap seluas 5 hektar. Penanaman bawang organik tersebut akan diberi pupuk yang telah Indah kembangkan, yakni Rebost. Ia berharap, para petani bisa belajar dan akhirnya beralih ke pertanian ramah lingkungan. Sebelumnya, ia dan tim juga sudah sukses menjalankan pertanian organik di Bondowoso dna memberikan hasil yang maksimal dan menggembirakan bagi petani.

“Sebenarnya, program yang di Nganjuk ini mirip dengan yang sudah terlaksana di Bondowoso sejak 2017 lalu. Bedanya, jika di Bondowoso fokusnya pada padi sementara di Nganjuk kami fokus pada pertanian bawang. Semoga program ini bisa berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat di tahun pertama ini,” kata Indah.

Di sisi lain, Kadinas Pertanian Muslim Harsoyo menyambut gembira kerjasama ini. Ia juga berharap pertanian organik ini bisa memberikan hasil yang sehat, bagus, dan menguntungkan. Apalagi dengan adanya peraturan menteri yang mengurangi jenis dan jumlah komoditas pupuk bersubsidi. Maka menurutnya, pupuk organik menjadi salah satu solusi yang bisa digunakan.

 

Muslim mengatakan bahwa penggunaan pupuk kimia juga memberikan dampak negatif, baik bagi petani maupun produktivitas tanah. Seiring waktu, par apetani mau tidak mau harus menambah biaya untuk melanjutkan aktivitas pertanian. “Semoga kolaborasi ini bisa memberikan hal baik bagi semua pihak, terutama untuk para petani,” tegasnya mengakhiri. (diko)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - BIKERSMU Koordinator Wilayah (Korwil) Jawa Timur sukses menyelenggaraka....

Suara Muhammadiyah

17 September 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sejarah sepakbola Indonesia dan Muhammadiyah telah beririsan sejak ....

Suara Muhammadiyah

18 September 2023

Berita

MAMUJU, Suara Muhammadiyah - Prosesi wisuda sarjana angkatan III 2023 Universitas Muhammadiyah Mamuj....

Suara Muhammadiyah

12 October 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Siswa SD Muhammadiyah Program Khusus Ampel Boyolali, Jawa Ten....

Suara Muhammadiyah

27 September 2025

Berita

Perguruan Muhammadiyah Setiabudi Pamulang Launching PPDB Tahun Ajaran 2025/2026 TANGSEL, Suara Muha....

Suara Muhammadiyah

7 September 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah