UMS Ajak Mahasiswa Pendidikan Geografi Pahami Risiko Bencana Lewat Kajian Partisipatif SPAB

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
654
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah — Dalam upaya memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap konsep dan praktik Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana (PRB), Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menghadirkan dosen tamu dari kalangan praktisi nasional.

Kegiatan kuliah tamu ini diselenggarakan pada 5 dan 12 Juni 2025 dan diikuti oleh seluruh mahasiswa yang menempuh mata kuliah Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana dan Praktikum Pendidikan PRB. Acara ini menghadirkan Mariana Pardede, M.Sc., Fasilitator Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dari BNPB.

Mariana Pardede telah berpengalaman dalam mendampingi berbagai sekolah dan satuan pendidikan dalam penerapan prinsip-prinsip ketangguhan terhadap bencana. Dalam paparannya, beliau membawakan materi bertajuk "Kajian Risiko Berbasis Partisipatif untuk Satuan Pendidikan".

Koordinator mata kuliah, Dr Puspita Indra Wardhani, MSc., menyampaikan bahwa kehadiran fasilitator nasional ini merupakan bagian dari strategi pembelajaran kontekstual dan berbasis pengalaman lapangan. 

“Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep PRB secara teoritis, tetapi juga mampu melihat realita pelaksanaannya di lapangan, termasuk tantangan dalam mengarusutamakan prinsip SPAB di berbagai satuan pendidikan,” ujar dosen UMS itu, Senin (16/6).

Selama sesi kuliah, mahasiswa sangat antusias mengikuti pemaparan yang dilengkapi dengan berbagai studi kasus, video dokumenter, dan simulasi ringan terkait asesmen risiko di lingkungan sekolah. Tidak hanya itu, mahasiswa juga berdiskusi aktif mengenai peran guru geografi dalam mendorong budaya sadar bencana serta penyusunan rencana kontinjensi berbasis kurikulum.

Dalam sesi penutupan, salah satu dosen pengampu mata kuliah, Siti Hadiyati Nur Hafida, SPd., MSc., PhD., menekankan pentingnya integrasi PRB dalam proses pembelajaran lintas mata pelajaran. 

“Mahasiswa sebagai calon pendidik harus menjadi agen perubahan yang mampu membangun kesadaran risiko sejak dini di lingkungan sekolah dan masyarakat. SPAB bukan sekadar program, tetapi gerakan budaya aman bencana yang harus ditanamkan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Dengan terlaksananya kuliah tamu ini, diharapkan mahasiswa semakin memiliki perspektif yang komprehensif, kritis, dan aplikatif dalam merancang serta melaksanakan pendidikan pengurangan risiko bencana, baik dalam bentuk kurikulum formal maupun kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler. (Fika/Humas)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) ....

Suara Muhammadiyah

12 January 2026

Berita

MAROS, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka merayakan Syawalan, Lazismu Sulsel menggelar acara di Maros....

Suara Muhammadiyah

10 May 2024

Berita

DEPOK, Suara Muhammadiyah — Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah bersama Un....

Suara Muhammadiyah

19 September 2025

Berita

OKU TIMUR, Suara Muhammadiyah - Kelompok 2 Angkatan 2 mahasiswa KKN STKIP Muhammadiyah OKU Timur ber....

Suara Muhammadiyah

8 October 2023

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Pertanian dan Kehutanan (Fapertahut) Universitas Muhamma....

Suara Muhammadiyah

10 September 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah