YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerja sama dengan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Nitikan menyelenggarakan program konseling rutin di tiga ABA (Aisyiyah Bustanul Athfal), yaitu ABA Nitikan, ABA Al Furqon Nitikan, dan ABA Wirosaban. Program ini dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung sejak September 2025 hingga Juli 2026 nanti.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Anita Aisah, M.Psi., Psikolog, yang merupakan psikolog pendidikan dari UMY, bersama Rahmani Widyaningrum, M.Psi., Psikolog, yang juga merupakan bagian dari PRA Nitikan. Keduanya terlibat aktif sejak perencanaan hingga pelaksanaan program.
Program ini bertujuan untuk membangun kesehatan mental anak dan keluarga dalam jangka panjang. Adapun tujuan jangka pendeknya adalah membantu orang tua memahami pola asuh yang tepat bagi putra-putrinya.
Kegiatan diawali dengan psikoedukasi kepada guru serta parenting untuk wali murid di ketiga ABA tersebut. Materi yang disampaikan meliputi tujuan program konseling, berbagai permasalahan yang muncul pada siswa, serta bentuk penanganan psikologis yang dapat dilakukan. Metode yang digunakan tidak hanya ceramah, tetapi juga diskusi kelompok terarah (FGD) bersama guru. Melalui FGD, teridentifikasi berbagai permasalahan serta alur penyelesaian yang kontekstual di masing-masing sekolah.
Tahapan berikutnya adalah pelaksanaan konseling rutin yang dilakukan setiap dua minggu sekali. Anita Aisah, M.Psi., Psikolog, bertugas sebagai konselor di ABA Al Furqon Nitikan, sedangkan Rahmani Widyaningrum, M.Psi., Psikolog, bertugas di ABA Nitikan dan ABA Wirosaban. Evaluasi kegiatan dilakukan secara berkala guna saling memberikan masukan dalam penanganan kasus serta perbaikan program ke depan.
Program ini memberikan dampak positif bagi wali murid. Mereka mulai menyadari pentingnya pola asuh yang tepat dalam mendukung perkembangan anak. Kepala Sekolah ABA Nitikan, Siti Zuchroh, S.Ag., menyampaikan bahwa pihak sekolah sangat menyambut baik layanan psikologis bagi anak dan orang tua. Ia juga menilai bahwa orang tua yang mengikuti konseling menunjukkan upaya nyata dalam memperbaiki pola pengasuhan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala ABA Al Furqon Nitikan, Habibah, S.Pd.AUD., menyatakan bahwa program ini sangat bermanfaat karena memberikan pencerahan dalam pendampingan anak serta mendukung sinergi antara sekolah dan orang tua. Layanan ini dinilai mampu mengintegrasikan pendidikan dan pengasuhan secara lebih optimal melalui kegiatan parenting, sosialisasi, dan konseling.
Sementara itu, Kepala ABA Wirosaban, Umi Tsalatsatun Sa’adah, S.Pd.AUD., memberikan masukan agar ke depan dilakukan pencatatan progres perilaku, baik pada orang tua yang telah mengikuti konseling maupun pada praktik pembelajaran guru. Hal ini diharapkan dapat menciptakan kesinambungan antara stimulasi di rumah dan di sekolah.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan Majelis PAUD Dasmen PRA Nitikan yang secara konsisten berfokus pada pendampingan pendidikan anak usia dini. Pelaksanaannya juga didukung oleh Direktorat Research dan Pengabdian Masyarakat UMY melalui dana hibah sebesar Rp4.500.000 yang dialokasikan untuk tiga sekolah. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan kursi konseling, mengingat sebelumnya layanan konseling dilakukan secara lesehan di masjid sekitar sekolah, yang dirasa kurang nyaman bagi sebagian orang tua.
Ke depan, program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang. Tidak hanya terbatas di ABA wilayah Nitikan, tetapi juga dapat dirumuskan dalam bentuk modul pelaksanaan konseling yang dapat diterapkan di berbagai ABA lainnya. Dengan demikian, diharapkan seluruh siswa ABA dapat berkembang secara optimal sesuai tahap perkembangannya, serta orang tua semakin memiliki pemahaman pengasuhan yang relevan dengan perkembangan zaman. (Anita/Ningrum)

