TANGSEL, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menegaskan komitmen globalnya dalam agenda keberlanjutan dengan turut serta dalam Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, pada Senin hingga Kamis (22–25/6).
Forum internasional yang diinisiasi oleh Times Higher Education (THE) tersebut mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, industri, organisasi internasional, dan berbagai mitra pembangunan dari berbagai negara untuk memperkuat kolaborasi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Dr. apt. Elmiawati Latifah, M.Sc., Kepala Kantor Urusan Kerja Sama (KUK) UNIMMA, menjelaskan keikutsertaan UNIMMA dalam GSDC 2026 merupakan momentum penting untuk memperluas jejaring dan memperkuat posisi institusi di tingkat internasional.
“Kehadiran UNIMMA dalam forum internasional tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian SDGs sekaligus mempercepat transformasi menuju pemeringkatan internasional THE Impact Rankings. Partisipasi ini juga merupakan tindak lanjut atas arahan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah kepada Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) untuk semakin aktif menunjukkan dampak nyata perguruan tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan, GSDC 2026 menjadi ruang bagi UNIMMA untuk menunjukkan berbagai praktik baik yang telah dilakukan dalam mengintegrasikan SDGs ke dalam Tri Darma perguruan tinggi. “Dalam forum ini, UNIMMA mengusung tiga fokus prioritas SDGs yang menjadi keunggulan institusi, yaitu SDG 8-pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDG 4-pendidikan berkualitas dan SDG 3-kehidupan sehat dan sejahtera,” jelasnya.
Pada SDG 8, UNIMMA mengembangkan berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan UMKM, digitalisasi usaha, pengembangan desa wisata, ekonomi syariah, serta penerapan teknologi tepat guna yang mendukung kemandirian ekonomi masyarakat. Sementara pada SDG 4, berbagai program literasi, numerasi, pendidikan inklusif, penguatan kapasitas guru, dan pengembangan model pembelajaran inovatif terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Adapun pada SDG 3, UNIMMA berfokus pada pengembangan inovasi kesehatan berbasis bahan alam, pencegahan stunting, ketahanan pangan, serta layanan kesehatan berbasis masyarakat. Berbagai penelitian unggulan yang dikembangkan telah menghasilkan prototipe dan produk inovatif, termasuk nanoemulsi herbal untuk terapi kanker payudara serta berbagai produk kesehatan berbasis bahan alam.
Jalin Kerja Sama Internasional
UNIMMA terus memperkuat jejaring internasional melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Uttara University Bangladesh. Penandatanganan dilakukan pada Kamis (25/6) dalam rangkaian Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 yang dilaksanakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Tangerang.
Kerja sama tersebut menjadi salah satu agenda strategis delegasi UNIMMA selama mengikuti forum internasional yang mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, industri, organisasi internasional, dan berbagai mitra dari berbagai negara untuk pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Dr. apt. Elmiawati Latifah, M.Sc., Kepala Kantor Urusan Kerja Sama (KUK) UNIMMA, mengatakan, penandatanganan MoU merupakan langkah UNIMMA dalam memperluas jejaring sekaligus membuka lebih banyak peluang kolaborasi internasional. "Keikutsertaan UNIMMA dalam GSDC 2026 tidak hanya untuk memperkenalkan institusi di tingkat internasional, tetapi juga menghasilkan kolaborasi konkret. Penandatanganan MoU dengan Uttara University menjadi salah satu capaian penting yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan Catur Dharma di UNIMMA," ujarnya.
Elmi menambahkan, kerja sama tersebut dirancang dengan mengakomodasi berbagai bentuk kolaborasi akademik maupun nonakademik yang dapat diimplementasikan secara bertahap oleh kedua institusi. "MoU ini menjadi payung bagi berbagai program internasional yang dapat dijalankan bersama. Harapannya, semakin banyak mahasiswa dan dosen UNIMMA yang berkegiatan akademik lintas negara," jelasnya.
Dengan kerja sama tersebut, UNIMMA dan Uttara University menyepakati sejumlah ruang lingkup kolaborasi, di antaranya pertukaran mahasiswa, pertukaran dan pengembangan dosen, joint research, publikasi ilmiah hingga pengabdian masyarakat internasional.
Selain penandatanganan MoU dengan Uttara University Bangladesh, UNIMMA juga telah menjajaki peluang kerja sama dengan 12 perguruan tinggi luar negeri lainnya. Penjajakan tersebut diharapkan dapat bermuara pada berbagai kolaborasi yang mendukung internasionalisasi institusi. "Selain MoU dengan Uttara University, kami juga sedang melakukan penjajakan dengan 12 perguruan tinggi luar negeri lainnya. Semoga proses ini dapat berlanjut menjadi kemitraan sehingga semakin banyak peluang kolaborasi internasional yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa maupun dosen UNIMMA," ungkapnya.

