Unmuh Jember Dampingi Produsen Jamu Tradisional Tingkatkan Kualitas dan Pemasaran

Publish

12 August 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
606
Dok Istimewa

Dok Istimewa

JEMBER, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Jember (UM Jember) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berkomitmen membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) produsen jamu cair tradisional di Kabupaten Jember agar lebih berkualitas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Ketua Tim Pelaksana PKM, Dr. Abadi Sanosra, SE., MM. menjelaskan bahwa mitra kegiatan adalah UMKM Bunda Siska, produsen jamu cair tradisional yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Kaliwates, Jember. Usaha ini masuk kategori Industri Rumah Tangga (IRT) dengan tiga karyawan berpendidikan SD hingga SMA. Selama ini proses produksi dilakukan secara manual, sehingga kualitas belum terjamin higienisitasnya, kapasitas terbatas, dan waktu produksi lama.

Bahan baku jamu Bunda Siska seluruhnya berasal dari hasil pertanian lokal seperti daun asam muda, kunyit, buah asam, gula aren, gula pasir, dan garam. Potensi ini sangat besar mengingat tingginya minat masyarakat terhadap jamu. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010, sebanyak 59,12 persen penduduk Indonesia pernah mengonsumsi jamu, baik secara rutin maupun sesekali.

Sayangnya, ketersediaan jamu cair di Jember masih belum mencukupi permintaan pasar. Hambatan terbesar adalah proses produksi tradisional yang tidak efisien serta pemasaran konvensional yang hanya mengandalkan gerobak, sehingga jangkauan konsumen terbatas.

Menjawab tantangan ini, Unmuh Jember memberikan dua solusi strategis. Pertama, pelatihan keterampilan produksi dengan penerapan teknologi pengolahan jamu agar kualitas lebih baik dan kapasitas meningkat. Kedua, pelatihan pemasaran modern agar produk dapat menjangkau konsumen lebih luas, termasuk memanfaatkan media digital.

Tim PKM yang terlibat meliputi Dr. Abadi Sanosra, SE., MM., Ir. Kosjoko, ST., MT., dan Ir. Iskandar Umarie. Kegiatan ini mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII.

Abadi berharap pendampingan ini mampu membawa UMKM Bunda Siska naik kelas. “Kami ingin jamu tradisional lokal tetap lestari, namun dikelola secara modern, higienis, dan punya daya saing tinggi,” ujarnya.

Dengan langkah ini, Unmuh Jember tidak hanya mendukung keberlangsungan usaha lokal, tetapi juga menjaga warisan budaya dan kesehatan masyarakat melalui jamu tradisional yang berkualitas. (KH)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Menkomdigi....

Suara Muhammadiyah

13 August 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Kabar membanggakan kembali hadir Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).....

Suara Muhammadiyah

7 November 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dosen Program Studi Pendidikan Olahraga (POR) Universitas Muhammadiyah....

Suara Muhammadiyah

11 February 2025

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Memasuki usianya yang ke-57, Sekolah Prestasi SD Muhammadiyah 11....

Suara Muhammadiyah

11 January 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – PT Syarikat Cahaya Media (PT SCM) gandeng kerjasama dengan Un....

Suara Muhammadiyah

14 September 2023