Unmuh Jember Dampingi Produsen Jamu Tradisional Tingkatkan Kualitas dan Pemasaran

Suara Muhammadiyah

12 August 2025

983
Dok Istimewa

Dok Istimewa

JEMBER, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Jember (UM Jember) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berkomitmen membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) produsen jamu cair tradisional di Kabupaten Jember agar lebih berkualitas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Ketua Tim Pelaksana PKM, Dr. Abadi Sanosra, SE., MM. menjelaskan bahwa mitra kegiatan adalah UMKM Bunda Siska, produsen jamu cair tradisional yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Kaliwates, Jember. Usaha ini masuk kategori Industri Rumah Tangga (IRT) dengan tiga karyawan berpendidikan SD hingga SMA. Selama ini proses produksi dilakukan secara manual, sehingga kualitas belum terjamin higienisitasnya, kapasitas terbatas, dan waktu produksi lama.

Bahan baku jamu Bunda Siska seluruhnya berasal dari hasil pertanian lokal seperti daun asam muda, kunyit, buah asam, gula aren, gula pasir, dan garam. Potensi ini sangat besar mengingat tingginya minat masyarakat terhadap jamu. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010, sebanyak 59,12 persen penduduk Indonesia pernah mengonsumsi jamu, baik secara rutin maupun sesekali.

Sayangnya, ketersediaan jamu cair di Jember masih belum mencukupi permintaan pasar. Hambatan terbesar adalah proses produksi tradisional yang tidak efisien serta pemasaran konvensional yang hanya mengandalkan gerobak, sehingga jangkauan konsumen terbatas.

Menjawab tantangan ini, Unmuh Jember memberikan dua solusi strategis. Pertama, pelatihan keterampilan produksi dengan penerapan teknologi pengolahan jamu agar kualitas lebih baik dan kapasitas meningkat. Kedua, pelatihan pemasaran modern agar produk dapat menjangkau konsumen lebih luas, termasuk memanfaatkan media digital.

Tim PKM yang terlibat meliputi Dr. Abadi Sanosra, SE., MM., Ir. Kosjoko, ST., MT., dan Ir. Iskandar Umarie. Kegiatan ini mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII.

Abadi berharap pendampingan ini mampu membawa UMKM Bunda Siska naik kelas. “Kami ingin jamu tradisional lokal tetap lestari, namun dikelola secara modern, higienis, dan punya daya saing tinggi,” ujarnya.

Dengan langkah ini, Unmuh Jember tidak hanya mendukung keberlangsungan usaha lokal, tetapi juga menjaga warisan budaya dan kesehatan masyarakat melalui jamu tradisional yang berkualitas. (KH)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

TANGSEL, Suara Muhammadiyah – Sebagai wujud komitmen untuk senantiasa meningkatkan mutu pendid....

Suara Muhammadiyah

19 April 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Pergantian pejabat di perguruan tinggi bukan sekadar perubahan s....

Suara Muhammadiyah

27 August 2026

Berita

Menggabungkan postbiotic, prebiotic, paraprobiotic, dan bahan aktif dalam satu platform untuk memban....

Suara Muhammadiyah

13 August 2026

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Kampus berdampak, bagi lingkungan masyarakat, segera diwujudkan STIE M....

Suara Muhammadiyah

15 April 2026

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PD....

Suara Muhammadiyah

24 April 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah