YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan apresiasi atas kiprah Suara Muhammadiyah yang selama lebih dari satu abad konsisten menjadi media dakwah, pendidikan, dan pencerahan bagi masyarakat. Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Hermawan, SE, MM, dalam resepsi Milad ke-111 Suara Muhammadiyah, Kamis (13/8).
Dalam sambutannya, Wawan mengatakan Yogyakarta memiliki ikatan sejarah yang sangat erat dengan Muhammadiyah. Dari kota inilah berbagai gagasan pembaruan lahir dan kemudian menyebar ke berbagai penjuru Indonesia, termasuk melalui Suara Muhammadiyah yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan intelektual dan gerakan Muhammadiyah.
“Selama lebih dari satu abad, Suara Muhammadiyah konsisten menjadi media dakwah, pendidikan, dan pencerahan,” ujarnya.
Menurut Wawan, di tengah perubahan zaman dan derasnya arus informasi, Suara Muhammadiyah memiliki tantangan sekaligus peran strategis. Media tidak cukup hanya menyampaikan informasi, tetapi juga harus mampu menghadirkan informasi yang berlandaskan nilai, mencerdaskan, serta menjadi ruang dialog yang meneduhkan.
Ia menilai keberadaan pers yang kritis, moderat, dan berkeadaban sangat dibutuhkan untuk membangun masyarakat yang sehat secara informasi. Karena itu, media seperti Suara Muhammadiyah diharapkan terus berkontribusi membangun optimisme, merawat persatuan, dan memperkuat literasi publik.
“Pers bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga ikut membangun optimisme, merawat persatuan, dan menguatkan literasi publik,” kata Wawan.
Kontribusi tersebut, lanjutnya, menjadi bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia, termasuk di Kota Yogyakarta.
Lebih lanjut, Wawan menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. H. Haedar Nashir atas penghargaan Kartu Wartawan Utama Khusus yang diberikan dalam momentum bersejarah di hari yang sama di Jakarta, pada paginya.
Menurutnya, penghargaan itu merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi Haedar Nashir dalam membangun tradisi berpikir yang kritis, mencerahkan, dan berorientasi pada kemaslahatan.
Di tengah disrupsi informasi, Wawan menilai bangsa Indonesia membutuhkan lebih banyak tokoh dan lembaga yang mampu menghadirkan narasi yang menyejukkan, memperkuat persatuan, serta mengedepankan kebenaran dan kebijaksanaan.
“Semangat itulah yang kiranya relevan dengan pembangunan Yogyakarta,” tuturnya.
Ia menegaskan, pembangunan Kota Yogyakarta tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan infrastruktur. Pembangunan juga harus dilakukan melalui penguatan karakter masyarakat, literasi, pendidikan, kebudayaan, dan kolaborasi.
Dalam konteks tersebut, Muhammadiyah dan Suara Muhammadiyah, serta berbagai elemen masyarakat dinilai telah menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Yogyakarta dalam menghadirkan pelayanan dan kemajuan yang dapat dirasakan masyarakat.
Menutup sambutannya, Wawan menyampaikan ucapan selamat atas Milad ke-111 Suara Muhammadiyah. Ia berharap seluruh ikhtiar Muhammadiyah dan Suara Muhammadiyah ke depan senantiasa memberikan manfaat bagi umat, bangsa, negara, serta bagi Yogyakarta yang istimewa. (diko)

