Wamendikdasmen Apresiasi Rakorwil Majelis Dikdasmen PNF Riau

Suara Muhammadiyah

6 June 2026

236
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Pesan Islam Mendorong Umat untuk Memahami, Bukan Menghafal

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Di era kecerdasan buatan saat ini, kita tidak bisa hanya mengandalkan aspek sains semata atau ilmu eksakta, tetapi juga harus diperkaya oleh pendekatan ilmu-ilmu sosial-humaniora yang sangat terkait erat dengan emosional, seni, kreativitas, inovasi, dan juga empati.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq pada Rakerwil dan Rakorwil Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau yang dihelat di Dumai, Jum’at (5/6).

Fajar mengapresiasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau atas terselenggaranya Rakerwil dan Rakorwil ini yang mengangkat tema “Menuju Pendidikan Muhammadiyah Unggul, Berkarakter, dan Berkemajuan.” Baginya, agenda ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, melainkan juga untuk menyinergikan kebijakan-kebijakan strategis Kemendikdasmen dalam memebenahi kualitas pendidikan secara nasional.

Menurutnya, di antara ruh pendidikan kita itu adalah ilmu-ilmu sosial-humaniora. Memang kita harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat, namun di saat yang bersamaan jangan sampai perkembangan teknologi itu tercerabut dari akar sosial atau akar kemanusiaannya.

“Kita berharap, teknologi yang berkembang itu teknologi yang punya nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai spiritual. Bukan teknologi yang tercerabut dari nilai-nilai kemanusiaan dan nilai-nilai spiritual,” ujar Fajar.

Ketika membicarakan STEM, kata Fajar, hal tersebut sangat identik dengan Pembelajaran Mendalam yang digagas oleh Kemendikdasmen. Ia mencontohkan, salah satu pendekatan yang menjadi inti dari Pembelajaran Mendalam adalah project base learning (pembelajaran berbasis proyek). Artinya, murid didorong untuk menginvestigasi suatu persoalan sekaligus memecahkan persoalan tersebut.

“Proses-proses pembelajaran kita di sekolah sudah harus mulai didorong ke arah sana. Sehingga, berbagai macam materi yang sifatnya hafalan atau deskriptif perlu diminimalisir,” tuturnya.

“Laisal 'ilmu bikasrotir riwayah wa lakinnahu nurun yaqdzifuhu Allahu fi al-qalbi. Laisal 'ilmu bikasrotir riwayah. Ilmu itu bukanlah semata-mata banyaknya riwayat, banyaknya informasi, banyaknya hafalan. Tetapi yang disebut dengan ilmu itu adalah wa lakinnahu nurun yaqdzifuhu Allahu fi al-qalbi (yang ditanamkan oleh Allah di hati manusia). Yang ditanam di hati, itu melalui proses refleksi, kontemplasi,” imbuhnya.

Ia menilai dalam proses Pembelajaran Mendalam sebenarnya yang diutamakan bukan kuantitas materi, tetapi kualitas pemahaman murid pada materi tertentu. Prosesnya apa? Memahami, melaksanakan, dan merefleksikan.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa secara teologis sebenarnya Al-Qur’an telah menegaskan umat manusia bahwasannya ilmu yang bermanfaat itu adalah ilmu yang masuk ke dalam hati dan menjadi cahaya. Untuk masuk ke dalam hati, proses yang mesti dilewati ialah dengan cara refleksi dan kontemplasi. Bukan semata repetisi, dihafal atau diulang.

“Salah satu ayat dalam Al-Qur’an mengatakan bahwa falau lâ nafara ming kulli firqatim min-hum thâ'ifatul liyatafaqqahû fid-dîni wa liyundzirû qaumahum. Dalam ayat tersebut disebutkan ‘liyatafaqqahû fid-dîn’. Artinya, bukan menghafal, melainkan memahami secara mendalam,” tegas Ketua Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis (LKKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

“Jadi, Al-Qur’an sejatinya telah mendorong manusia untuk mempelajari fenomena alam termasuk ilmu-ilmu agama berbasis tafaqquh fiddin. Dengan kata lain, hal ini selaras, sejalan, dan senapas dengan semangat Pembelajaran Mendalam,” pungkasnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SINJAI, Suara Muhammadiyah - Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa berharap, peran majelis-lembaga ....

Suara Muhammadiyah

22 September 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ziya Ul Albab biasa disapa Bang Zi ini, merupakan mahasiswa prodi I....

Suara Muhammadiyah

8 October 2023

Berita

LEBONG, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka memperingati Milad tiga organisasi penting dalam tub....

Suara Muhammadiyah

26 May 2025

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah - Pada hari Ahad 19 November 2023 PDA Purworejo menggelar Rakerda dan ....

Suara Muhammadiyah

28 November 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Persoalan Dam memiliki dinamika dalam penyelenggaran haji. Khususnya b....

Suara Muhammadiyah

13 May 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah