111 Tahun Bertahan, SM Tidak Pernah Mengejar Viralitas, Konsisten Memberikan Pencerahan

Suara Muhammadiyah

13 August 2026

407
Deni Asy'ari, MA., Dt Marajo. Foto: Cris

Deni Asy'ari, MA., Dt Marajo. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Suara Muhammadiyah merayakan milad ke-111, Kamis (13/8) di SM Tower Malioboro Yogyakarta. Bagi Deni Asy’ari, momentum milad ini menjadi sangat istimewa, karena bersamaan dengan Hari Pers Muhammadiyah.

“Itu ditetapkan tanggal 13 Agustus,” ucap Deni. Kenapa ditetapkan pada tanggal itu? “Karena bertepatan dengan kelahiran Majalah Suara Muhammadiyah,” sambung Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media / Suara Muhammadiyah tersebut.

Hal paling distingtif pada milad ini, di satu sisi berbarengan dengan Hari Pers Muhammadiyah, “juga berbarengan dengan penyerahan anugerah kartu wartawan utama untuk Bapak Haedar Nashir,” ujarnya. Deni menyingkap, untuk meraih kartu tersebut, amatlah tidak mudah, sarat pergumulan begitu rupa.

“Saya tahu persis sampai 3 tahun bolak-balik ngurus dengan teman-teman MPI (Majelis Pustaka dan Informasi) bagaimana menyiapkan bahkan ternyata alhamdulillah di 2026 ini terkabul untuk mengeluarkan kartu wartawan utama ini,” bebernya.

Dan tentu, bagi Deni, kartu wartawan utama ini menjadi amat penting bagi kami di dalam dunia jurnalis. Kenapa begitu?

“Selain aksi atas dedikasi dan peran-peran kejurnalisan, Bapak Haedar Nashir menjadi bagian identitas atas integritas peran beliau sekaligus media yang beliau pimpin,” tuturnya.

Haedar tercatat sebagai Pemimpin Redaksi Suara Muhammadiyah. “Majalah Suara Muhammadiyah sebelum merdeka sudah terbit, sudah berperan,” ujarnya. Bagi Deni, media cetusan brilian Kiai Dahlan dan Fachrodin sejak tahun 1915, meniscayakan peran dan kontribusi yang multifungsi.

“Di tengah menjamurnya media-media saat ini, paling tidak menjadi sumber pencerahan, paling tidak adanya Majalah Suara Muhammadiyah ini,” beber Deni.

Di sinilah relevansi kehadiran Majalah Suara Muhammadiyah di permukaan. Bukan sekadar media pemberitaan semata, pada saat yang sama, menjadi media umat yang meneguhkan dan mencerahkan jagat kehidupan.

“Walaupun majalah Suara Muhammadiyah ini majalah tertua di Republik ini, insyaallah dia tetap ya berada sesuai garisnya untuk tidak hanya sekedar pemberitaan tetapi juga sebagai pencerahan, pengayaan dan pemberdayaan,” tegasnya.

Kebertahanan 111 tahun ini, dbongkar Deni karena turut disokong dengan semangat menjaga eksistensi diri bagaimana menjaga media ini tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyah sebagai ciri khas yang melekat dalam media resmi Persyarikatan.

“Tidak tergiur untuk mencari berita-berita yang viral, berita-berita yang heboh. Insyaallah kami tetap pada jalur yang ditetapkan oleh pimpinan pusat. Kita bukan mengejar viralitas, kita tidak mengejar follower, tetapi yang kita ajarkan adalah pencerahan dan pendidikan,” pungkas Deni. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

WONOGIRI, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Wonogiri menerima Pelepasan Ma....

Suara Muhammadiyah

21 January 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Ketua Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah (UM) Band....

Suara Muhammadiyah

15 January 2025

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Dalam upaya memperkuat fondasi pengembangan kelembagaan dan kesej....

Suara Muhammadiyah

28 August 2025

Berita

Menjaga Semangat Al-Ma’un: Menjaga Keseimbangan Ibadah dan Kepedulian Sosial SAMARINDA, Suara....

Suara Muhammadiyah

5 March 2026

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Sejumlah 50 Mahasiswa  Wisuda XXI Ahli Madya dan Sarjana STI....

Suara Muhammadiyah

16 January 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah