SLEMAN, Suara Muhammadiyah - 137 siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 1 Prambanan dinyatakan lulus pada tahun pelajaran 2025/2026. "Insya Allah siap menatap masa depan yang lebih gemilang,” kata Daswati Rofiatun Sahifah.
Selama mengenyam pendidikan, Kepala Sekolah itu menyebut, para siswa telah ditempa bak di kawah candradimuka. Terutama hal ihwal, pembentukan karakter sebagai basis fundamental.
“Kalian luar biasa. Sudah melewati 3 tahun. Kalian telah berproses untuk senantiasa menjadi anak yang saleh dan saleh,” ujarnya, Sabtu (27/6) di Aula Balai Pemerintahan Desa Yogyakarta, Tirtomartani, Jetis, Kalasan, Sleman saat Akhirussanah.
Satu hal diaksentuasikan Daswati, para siswa juga melakukan habituasi. Baginya ini menjadi sangat penting dalam rangka mengasah sensitivitas terhadap ekosistem lingkungan sekitar.
"Harapannya akan terus hadir menjadi cahaya untuk anak-anak kita. Hingga meskipun kalian melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi,” tuturnya.
Atas tunainya mengenyam pendidikan di SMP Muhammadiyah 1 Prambanan, Daswati mendorong agar tetap melanjutkan ke jenjang berikutnya.
“Lanjutkan perjuanganmu nak. Ini bukan akhir dari segalanya, tapi ini adalah awal menuju kesuksesan hidup kita,” ucapnya.
Bila tidak berkesempatan sekolah di sekolah negeri, masih ada kesempatan sekolah di Muhammadiyah. Bagi Harjaka, sekolah di Muhammadiyah tidak pernah merugi.
“Banyak contoh yang lulusan Muhammadiyah itu jadi tokoh,” ucap Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman, seraya mengajak untuk menyekolahkan di sekolah Muhammadiyah.
“Kamu adalah lulusan dari Muhammadiyah jadi pionir di sekolah selanjutnya,” tegas Harjaka. Baginya, sekolah itu sangat penting. “Merupakan dasar pokok dari kehidupan kita,” bebernya.
Sehingga, Amir Mahmud, mendorong jangan patah arang dalam belajar. Karena itu bekal utama menyongsong masa depan.
“Kita harapkan anak-anak terus belajar sampai akhir hayat nanti,” tutur perwakilan komite sekolah tersebut di hadapan Jawatan sosial Kapanewon Prambanan Andi Kurniawan dan Dinas Pendidikan Sleman Sunarta. (Cris)

