5.000 Jamaah Hadiri Syawalan dan Pamitan Haji Muhammadiyah Sleman

Suara Muhammadiyah

15 April 2026

388
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Keluarga besar Muhammadiyah Kabupaten Sleman menggelar Silaturahmi Syawwal 1447 H yang dirangkai dengan acara pamitan haji di Masjid Agung Sleman, Ahad (12/4). Kegiatan tahunan yang menjadi kalender rutin bulan Syawwal ini dihadiri sekitar 5.000 jamaah dari berbagai unsur Muhammadiyah dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman Harjaka menegaskan, menjadi warga Muhammadiyah harus disertai kemantapan dan semangat dalam berkhidmat untuk umat.

“Menjadi warga Muhammadiyah itu harus mantab dan semangat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa tahun ini terdapat 390 calon jamaah haji dari KBIHU Aisyiyah Sleman yang akan berangkat dalam satu kloter.

“Alhamdulillah, dari Sleman ada 390 orang calon haji dari KBIHU Aisyiyah dan berangkat dalam satu kloter. Semoga menjadi haji yang mabrur dan membawa manfaat bagi masyarakat luas,” tegas Harjaka.

Mewakili Bupati Sleman, Susmiarto, menyampaikan apresiasi atas kontribusi besar Muhammadiyah dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.

“Peran Muhammadiyah sangat besar, terutama melalui pendidikan dan kesehatan. Kualitas ini harus terus ditingkatkan agar masyarakat Sleman semakin maju,” ujarnya.

Kepada calon jamaah haji, Susmiarto juga mendoakan agar dapat menunaikan seluruh rukun, wajib, dan sunnah haji dengan lancar.

Pengajian inti disampaikan oleh Muhammad Rofiq Muzzakir, Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam tausiyahnya, ia menyoroti tiga isu penting. Pertama, tentang perkembangan dunia digital dan kecerdasan buatan (AI).

Menurutnya, penguasaan algoritma menjadi kunci penting di era modern. “Siapa yang menguasai algoritma, maka akan menguasai dunia,” ujarnya.

Ia mencontohkan bagaimana dakwah kini telah memasuki ruang digital, bahkan hadir di platform permainan seperti Roblox. Muhammadiyah, lanjutnya, juga telah merespons perkembangan tersebut melalui Universitas Siber Muhammadiyah yang telah berjalan beberapa tahun terakhir.

Kedua, ia membahas persoalan kepadatan jamaah haji dan fatwa pembayaran dam. Menurut hasil kajian Majelis Tarjih, penyembelihan dam dapat dialihkan ke tanah air sebagai bentuk kemaslahatan yang lebih luas.

“Tujuannya agar distribusi daging dapat membantu fakir miskin di tanah air sekaligus meningkatkan asupan protein masyarakat,” jelasnya.

Ketiga, Rofiq mengulas pemaknaan ulil amri secara lebih holistik berdasarkan Surah An-Nisa ayat 59. Menurutnya, ulil amri tidak hanya dimaknai sebagai pemimpin formal, tetapi juga para ahli di bidang masing-masing.

“Ulama adalah ulil amri dalam bidang agama, dokter di bidang kesehatan, insinyur di bidang bangunan, kepala sekolah di bidang pendidikan, dan seterusnya,” tegasnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pergerakan Lazismu Kota Yogyakarta dalam mengawal pendidikan kian m....

Suara Muhammadiyah

19 November 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – SMP Muhammadiyah 3 Depok (Mugadeta) Sleman berupaya memberikan ru....

Suara Muhammadiyah

12 October 2024

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah -- Menyambut bulan ramadhan 1447 H, civitas academica Universitas Muhammad....

Suara Muhammadiyah

23 February 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta menggelar acara ....

Suara Muhammadiyah

25 November 2024

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu....

Suara Muhammadiyah

26 September 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah