Abdul Mu'ti Uraikan Ragam Istilah dari Bulan Ramadhan

Suara Muhammadiyah

9 February 2025

1914
Abdul Mu'ti

Abdul Mu'ti

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengatakan, dalam banyak tempat, baik itu Al-Qur'an maupun Hadits, ada beragam istilah yang menunjuk pada fadhilah atau keutamaan bulan Ramadhan. Istilah yang pertama yaitu Syahrur As-shyiam (bulan puasa).

"Bahkan dalam kalender Jawa juga lebih banyak masyarakat ini paham dengan bulan Puasa daripada bulan Ramadhan," katanya saat Tabligh Akbar Hari Bermuhammadiyah dan Aisyiyah di Universitas Muhammadiyah Semarang, Jawa Tengah, Ahad (9/2).

Kedua, Syahru Qur'an. Yaitu bulan yang di dalamnya terdapat peristiwa diturunkannya Al-Qur'an pertama kali sebagai petunjuk bagi umat manusia di muka bumi. Ketiga, Syahru As-sadaqah. Adalah sebuah bulan yang di dalamnya umat Islam banyak melakukan aktivitas sedekah kepada orang yang lebih membutuhkan.

"Kalau sudah bulan Ramadhan itu, biasanya kotak amal penuh, berlebih-lebih. Bahkan banyak sekali yang bersedekah mulai dari menyediakan makanan untuk berbuka puasa sampai makanan untuk sahur dan berbagai kegiatan sosial yang lainnya," jelasnya.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, ditegaskan bahwa Nabi Muhammad Saw selama bulan Ramadhan sebagai orang paling dermawan. Bahkan begitu dermawannya, sedekahnya terus bertambah-tambah dan mengalir laksana sebuah angin yang berhembus.

"Karena itu maka Ramadhan identik dengan santunan, identik dengan gerakan di mana kita ini menghimpun zakat, infak, dan sedekah. Walaupun untuk berzakat tidak harus di bulan Ramadhan, " tegasnya.

Keempat, Syahrut Tarbiyah (Bulan Pendidikan). Istilah ini ditemukan Mu'ti dalam Tafsir Al-Amtsal: Tafsir Kontemporer, Aktual, dan Populer karya Syekh Nasir Makarim Syirazi. 

"Puasa itu adalah bulan pendidikan dan sekolah agar kita menjadi orang-orang atau manusia yang bertakwa," ujarnya.

Menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu, manusia terlahir di dunia dalam keadaan yang bersih dan suci. Namun di tengah perjalanannya karena memiliki nafsu, akal dan qolbu, tidak dapat dinafikan bahwa sebagian manusia gagal dalam mengendalikan nafsunya.

"Puasa itu bagian dari ibadah untuk kita melakukan latihan spiritual dan proses pendidikan agar kita menjadi orang yang bersih. Dalam kaitan ini, maka puasa merupakan ibadah spiritual untuk menjadikan manusia sebagai pribadi yang muttaqin, mereka diharapkan menjadi manusia yang paripurna atau kamil," tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kementerian Agama RI, bersama dengan Muslims for Shared Action on Clim....

Suara Muhammadiyah

24 April 2025

Berita

FILIPINA, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali memperkuat pe....

Suara Muhammadiyah

8 April 2026

Berita

ACEH BESAR, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah (PD) ‘Aisyiyah Kabupaten Aceh Besar resmi mel....

Suara Muhammadiyah

24 June 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp18.000 per ....

Suara Muhammadiyah

9 June 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Bangsa Indonesia memiliki tokoh perempuan yang berdedikasi da....

Suara Muhammadiyah

16 April 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah