Abdul Mu'ti Uraikan Ragam Istilah dari Bulan Ramadhan

Publish

9 February 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

1
1854
Abdul Mu'ti

Abdul Mu'ti

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengatakan, dalam banyak tempat, baik itu Al-Qur'an maupun Hadits, ada beragam istilah yang menunjuk pada fadhilah atau keutamaan bulan Ramadhan. Istilah yang pertama yaitu Syahrur As-shyiam (bulan puasa).

"Bahkan dalam kalender Jawa juga lebih banyak masyarakat ini paham dengan bulan Puasa daripada bulan Ramadhan," katanya saat Tabligh Akbar Hari Bermuhammadiyah dan Aisyiyah di Universitas Muhammadiyah Semarang, Jawa Tengah, Ahad (9/2).

Kedua, Syahru Qur'an. Yaitu bulan yang di dalamnya terdapat peristiwa diturunkannya Al-Qur'an pertama kali sebagai petunjuk bagi umat manusia di muka bumi. Ketiga, Syahru As-sadaqah. Adalah sebuah bulan yang di dalamnya umat Islam banyak melakukan aktivitas sedekah kepada orang yang lebih membutuhkan.

"Kalau sudah bulan Ramadhan itu, biasanya kotak amal penuh, berlebih-lebih. Bahkan banyak sekali yang bersedekah mulai dari menyediakan makanan untuk berbuka puasa sampai makanan untuk sahur dan berbagai kegiatan sosial yang lainnya," jelasnya.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, ditegaskan bahwa Nabi Muhammad Saw selama bulan Ramadhan sebagai orang paling dermawan. Bahkan begitu dermawannya, sedekahnya terus bertambah-tambah dan mengalir laksana sebuah angin yang berhembus.

"Karena itu maka Ramadhan identik dengan santunan, identik dengan gerakan di mana kita ini menghimpun zakat, infak, dan sedekah. Walaupun untuk berzakat tidak harus di bulan Ramadhan, " tegasnya.

Keempat, Syahrut Tarbiyah (Bulan Pendidikan). Istilah ini ditemukan Mu'ti dalam Tafsir Al-Amtsal: Tafsir Kontemporer, Aktual, dan Populer karya Syekh Nasir Makarim Syirazi. 

"Puasa itu adalah bulan pendidikan dan sekolah agar kita menjadi orang-orang atau manusia yang bertakwa," ujarnya.

Menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu, manusia terlahir di dunia dalam keadaan yang bersih dan suci. Namun di tengah perjalanannya karena memiliki nafsu, akal dan qolbu, tidak dapat dinafikan bahwa sebagian manusia gagal dalam mengendalikan nafsunya.

"Puasa itu bagian dari ibadah untuk kita melakukan latihan spiritual dan proses pendidikan agar kita menjadi orang yang bersih. Dalam kaitan ini, maka puasa merupakan ibadah spiritual untuk menjadikan manusia sebagai pribadi yang muttaqin, mereka diharapkan menjadi manusia yang paripurna atau kamil," tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Kegiatan Gerakan Aksi Bergizi Serentak (GABS) di ikuti kelas 7, 8....

Suara Muhammadiyah

1 September 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah -Mengakhiri kegiatan kunjungan belajarnya, rombongan Majelis Dikdasme....

Suara Muhammadiyah

4 September 2024

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Senyap tapi pasti, sudah lebih dari satu abad Muhammadiyah  me....

Suara Muhammadiyah

5 February 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Peran ibu sebagai pembelajar memiliki arti penting dalam membent....

Suara Muhammadiyah

22 August 2025

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Di jantung kota, di lingkungan komplek RS Roemani Muhammadiyah daerah....

Suara Muhammadiyah

26 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah