Agenda NGOPI UM Bandung Ajak Mahasiswa Kelola Pikiran dan Perkuat Iman

Suara Muhammadiyah

20 April 2026

303
Dok Istimewa

Dok Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Himpunan Mahasiswa Prodi Farmasi (Himprofar) bersama Pimpinan Komisariat IMM Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung mengadakan kegiatan "Ngobrolin Perkara Iman" (NGOPI) pada Sabtu (18/04/2026).

Acara yang berlangsung di Auditorium Kiai Haji Ahmad Dahlan, lantai tiga gedung UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, itu mengangkat tema "Overthinking vs Tawakal: Kurang Iman atau Kurang Tenang?".

Acara ini dihadiri berbagai pihak. Di antaranya Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Arief Yunan, perwakilan Kemahasiswaan dan Pengembangan Karier, serta para mahasiswa dari internal ataupun eksternal UM Bandung.

Ketua Pelaksana Muhammad Masdar Fauzy mengatakan, kegiatan ini menjadi kolaborasi positif antara Himprofar dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Saintek UM Bandung. "Kegiatan ini tentu menjadi jembatan dalam mempererat tali silaturahmi dan memperkuat ukhuwah islamiyah di lingkungan kampus tercinta ini," ucap Fauzy.

Oleh karena itu, dia berharap melalui kegiatan ini para peserta mendapatkan perspektif baru dalam menghadapi kegelisahan hati yang banyak dialami khususnya oleh anak-anak muda Indonesia. "Semoga kegiatan ini memberikan solusi spiritual sehingga kita mampu bertawakal lebih sempurna," jelasnya.

Menanggapi hal yang sama, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UM Bandung Arief Yunan sangat mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini banyak memberi manfaat, khususnya bagi para mahasiswa dalam rangka menghadapi era ketidakpastian saat ini.

"Kondisi VUCA atau volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity, menjadi faktor kita untuk merasa tidak tenang pada era saat ini," kata Arief.

Maka dari itu, menurut dekan, perlu adanya usaha konkret dan doa maksimal agar menjamin keberhasilan dalam kehidupan saat ini. "Selain itu, kita juga perlu memiliki kompetensi yang dapat menunjang usaha kita ke depannya," tanggapnya.

Dalam kegiatan kali ini hadir Ustadz Naufal Fatyu sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Naufal menjelaskan bahwa overthinking menjadi persoalan yang semakin dekat dengan generasi muda. "Persoalan terbesarnya berasal dari cara seseorang mengelola pikiran dan merespons ketidakpastian dalam hidup," ungkap Naufal.

Dia menegaskan, Islam memandang kegelisahan sebagai persoalan yang perlu dikelola melalui ikhtiar dan tawakal yang maksimal. "Kita tidak perlu membebankan persoalan hati kepada akal secara berlebihan," tanggapnya.

Oleh karena itu, dirinya menyarankan para mahasiswa agar mengubah pola pikir dari kata “seharusnya” menjadi “semampunya”, sebagai bentuk menerima keterbatasan tanpa kehilangan ikhtiar. "Tidak hanya itu, kita juga perlu berdamai dengan masa lalu, memaafkan diri sendiri, dan memaknai bahwa setiap takdir itu memiliki nilai kebaikan," tandasnya.*(FK)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Cerpen Soegiyono MS Umi Salamah seorang nenek tua renta hidup sebatang kara. Anak-anaknya, masing-m....

Suara Muhammadiyah

22 November 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Taman Kanak-kanak (TK) Labschool Universitas Muhammadiyah (UM) B....

Suara Muhammadiyah

29 June 2025

Berita

TUBAN, Suara Muhammadiyah - SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban bekerja sama dengan Puskesmas Wire meng....

Suara Muhammadiyah

27 May 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Mobilitas mahasiswa yang dilakukan dalam lingkup antar negara ....

Suara Muhammadiyah

13 July 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr H Ha....

Suara Muhammadiyah

17 March 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah