Ahmad Dahlan sebagai Pelopor Gerakan Tajdid

Publish

13 December 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1432
Doc. Istimewa

Doc. Istimewa

BANTUL, Suara Muhammadiyah - “Bagi para aktivis Muhammadiyah dan pecinta ilmu tentu sering mendengar cerita atau dari membaca buku/majalah serta sumber lain bahwa Kiai Haji Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah selalu memelopori gerakan tajdid (pembaharuan: peningkatan, pengembangan, modernisasi), dinamis dalam pemahaman dan pengamalan agama yang diterapkan pada bidang akhlak dan muamalah dunyawiyah. Tajdid yang digagas Muhammadiyah selalu mengambil dari sumber dalil yang paling benar.”

Demikian disampaikan oleh Staf Senior Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amirudin, saat menjadi pembicara Pengajian Khusus Anggota Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tirtonirmolo Barat Kasihan Bantul. Pengajian tersebut berlangsung di di Mushola Al-Huda Kampung Bekelan, Tirtonirmolo Barat pada Selasa (10/12).

Amiruddin menyatakan, KH Ahmad Dahlan merupakan contoh nyata dan fenomenal dari Gerakan Tajdid. Ia menyebutkan salah yang dilakukan oleh KH Ahmad Dahkan dalam meluruskan shaf shalat di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta dan penentuan awal bulan hijriah dengan metode hisab hakiki wujudul hilal.

“Dan sekarang sudah ada wacana untuk merubah menjadi sistem Kalender Hijriah Global Tunggal yang ini perlu para warga Persyarikatan terutama jajaran pimpinannya memahami apa, bagaimana, dan mengapa KHGT itu,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PRM Tirtonirmolo Barat Sofriyanto, dalam sambutannya menyampaikan pesan kepada segenap pimpinan di Ranting Tirtonirmolo Barat agar selalu menjaga girah dan gairah dalam mengaji dan mengkaji.

“Sebagai bagian warga Persyarikatan di Ranting, maka anggota pimpinan yang hadir saat ini adalah bagian kecil yang berada di ring 1 Ranting, jadi girah dan gairahnya khususnya dalam mengaji dan mengkaji Al-Quran atau ilmu umum harus melebihi dan di atas anggota lainnya,” ujarnya memberi motivasi.

Sofriyanto menjelaskan implementasi Gerakan Islam Berkemajuan setidaknya diwujudkan dalam empat gerakan, yakni Gerakan Dakwah, Gerakan Tajdid, Gerakan Ilmu dan Gerakan Amal. Implementasi tersebut berdasarkan Risalah Islam Berkemajuan (RIB), salah satu produk Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Surakarta.

Lebih lanjut, Sofriyanto menambahkan manfaat mengikuti pengajian Khusus Pimpinan. Menurutnya, dengan partisipasi dalam pengajian Khusus Pimpinan merupakan bentuk pengamalan Gerakan Islam Berkemajuan, yakni Gerakan Ilmu.

“Dengan hadir pada acara ini maka akan mendapatkan manfaat banyak. Pahala menuntut ilmu dan ditingkatkan derajatnya karena ilmu, pahala silaturahmi dengan sesama anggota PRM, pahala shalat jama’ah, pahala memakmurkan masjid/musala sebagai rumah Allah, serta manfaat lainnya untuk saat ini maupun ke depan di dunia wal akhirat,” jelasnya. (Fri/Pand)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Civitas Unisa Yogyakarta Ikuti Lomba Menulis K3 YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas A....

Suara Muhammadiyah

15 January 2025

Berita

TEMANGGUNG, Suara Muhammadiyah - Dosen dan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) F....

Suara Muhammadiyah

5 March 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Senin (9/9/24), LazisMu PDM Sleman menggelar acara bincang bisnis y....

Suara Muhammadiyah

10 September 2024

Berita

Mahasiswa Siap Berkontribusi dalam Penurunan Stunting BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Universit....

Suara Muhammadiyah

14 August 2024

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Ada yang unik dalam menyambut semarak Maulid Nabi Muhammad SAW d....

Suara Muhammadiyah

29 September 2023