Ahmad Suryan: AI Tak Bisa Gantikan Ulama

Publish

31 March 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
52
Dok Istimewa

Dok Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dosen prodi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Ahmad Suryan menyoroti pentingnya peran sekaligus etika dalam penggunaan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang kini telah menjadi bagian tidak terpisahkan khususnya dari aktivitas digital generasi muda.

Menurutnya, perkembangan teknologi membuat AI semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Berbagai fitur canggih dan kemudahan akses melalui perangkat ponsel menjadikan hampir seluruh aktivitas digital bersentuhan dengan teknologi ini.

Ahmad menjelaskan bahwa keunggulan utama AI terletak pada kecepatan dalam mencari informasi serta kemampuannya mengolah dan merangkai data secara sistematis. Hal ini membuat AI menjadi alat yang sangat membantu dalam meningkatkan efisiensi berbagai pekerjaan.

Namun demikian, dia mengingatkan bahwa di balik kecanggihannya, AI tetap memiliki potensi risiko apabila digunakan tanpa landasan etika yang kuat. Salah satu risiko yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan munculnya informasi yang tidak akurat.

Dia menambahkan, ketepatan informasi yang dihasilkan AI sangat bergantung pada sumber rujukan yang digunakan. Oleh karena itu, pengguna perlu bersikap selektif dan tidak menerima informasi secara mentah.

Ahmad menegaskan bahwa niat yang baik dan tujuan yang positif menjadi kunci utama dalam penggunaan AI agar tidak disalahgunakan. Selain itu, dia juga mengimbau agar pengguna tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi tersebut.

“Menggunakan AI harus dilandasi niat yang baik dan tujuan yang positif agar tidak merugikan diri sendiri ataupun orang lain,” ujarnya, dikutip dari kanal YouTube UM Bandung, Selasa (31/03/2026).

Dalam konteks pencarian informasi, Ahmad mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan AI sebagai satu-satunya sumber rujukan, terutama dalam hal-hal penting seperti persoalan keagamaan.

Dia menyarankan agar setiap informasi yang diperoleh dari AI tetap dikonfirmasi kepada pihak yang memiliki kompetensi, seperti ulama atau kiai, guna menghindari kesalahpahaman. “Khusus dalam urusan agama, kita harus tetap bertanya kepada ahlinya seperti ulama atau kiai dan tidak menelan mentah-mentah hasil rangkuman AI,” jelasnya.

Selain itu, Ahmad juga membagikan tips teknis agar penggunaan AI lebih optimal, yakni dengan memberikan perintah atau pertanyaan yang spesifik agar menghasilkan jawaban yang lebih akurat dan relevan.

Dia menambahkan bahwa mengarahkan AI untuk merujuk pada sumber resmi, seperti situs Muhammadiyah dalam konteks ibadah, dapat membantu meminimalisir kesalahan informasi. “Berikanlah perintah yang spesifik kepada AI agar informasi yang ditarik berasal dari sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.

Sebagai penutup, Ahmad menekankan pentingnya sikap kritis dan tanggung jawab sebelum menyebarluaskan konten hasil olahan AI ke ruang publik. Dia mengingatkan bahwa tidak semua hasil teknologi bersifat sepenuhnya benar sehingga proses verifikasi tetap diperlukan.

Dia pun berharap kemudahan akses informasi melalui AI dapat mendorong peningkatan literasi digital masyarakat Indonesia agar semakin bijak dalam memanfaatkan teknologi. “Mari kita jadikan AI sebagai alat bantu yang bermanfaat dengan tetap mengedepankan verifikasi agar tidak menjadi sarana penyebaran informasi yang keliru,” tandasnya.*(FK)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Pengajian Ramadhan 1446 H Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten ....

Suara Muhammadiyah

22 March 2025

Berita

KLATEN, Suara Muhamadiyah - Rakerda dengan Tema "Sinergi untuk Pemberdayaan Dua'fa Musta'afiin Menuj....

Suara Muhammadiyah

23 September 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menggelar Unisa Fest....

Suara Muhammadiyah

11 October 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Program studi Hubungan Masyarakat Univeersitas Muhammadiyah Riau men....

Suara Muhammadiyah

30 October 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Penyakit Monkeypox (Mpox) menjadi perhatian global setelah Wor....

Suara Muhammadiyah

7 September 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah