KLATEN, Suara Muhammadiyah – ‘Aisyi Tower Klaten resmi di soft opening, Selasa (16/6). Dalam soft opening itu, turut dilangsungkan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama ‘Aisyi Tower Klaten.
Beberapa mitra yang turut MoU yaitu Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Klaten, Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Klaten, dan Rumah Sakit Umum (RSU) ‘Aisyiyah Klaten.
Selain itu, ada juga Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Jatinom, Universitas Muhammadiyah Klaten, dan Muhammadiyah Boarding School (MBS) Klaten.
MoU ini, kata Ana Fitriana, merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem ekonomi terintegrasi antara ‘Aisyi Tower Klaten dengan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) maupun lembaga lainnya di Klaten.
Fokusnya, kata Ana, pada sinergi layanan, mulai dari pemanfaatan fasilitas untuk tamu-tamu, dukungan operasional, hingga kegiatan edukasi dan sosial yang melibatkan jaringan Muhammadiyah-Aisyiyah secara luas.
“Kita ingin Aisyi Tower tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas penginapan, tetapi menjadi pusat kolaborasi bagi seluruh instansi di Klaten dan Jawa Tengah,” kata Direktur Keuangan, Bisnis dan IT PT Syarikat Cahaya Media / Suara Muhammadiyah itu.
Proyeksi ke depan dari MoU ini, kata Ana, dalam semester pertamanya, target ‘Aisyi Tower Klaten yaitu sinkronisasi operasional dan kemanfaatan timbal balik. Kami ingin membangun captive market yang saling menguntungkan.
“Secara bisnis, kami menargetkan terciptanya siklus ekonomi yang berputar di lingkungan Persyarikatan agar nilai tambah yang dihasilkan bisa kembali dirasakan oleh umat,” terangnya.
Lebih jauh lagi, MoU ini merupakan manifestasi dari komitmen pemberdayaan lokal. Kata Ana, sejak awal, ‘Aisyi Tower Klaten lebih memprioritaskan warga sekitar dan kader-kader yang memiliki kompetensi untuk bergabung bersama mengembangkan dan membesarkan hotel tersebut.
“Kami tidak hanya sekadar merekrut, tapi juga melakukan pelatihan agar standar pelayanan di Aisyi Tower setara dengan hotel berbintang. Kami percaya bahwa dengan melibatkan warga lokal dan kader, operasional hotel akan memiliki ikatan emosional dan pelayanan yang lebih personal serta penuh dedikasi,” tegasnya.
Ia berharap, ‘Aisyi Tower Klaten dapat menjadi ikon kebangkitan ekonomi Muhammadiyah ‘Aisyiyah di Klaten. Bersamaan dengan itu, juga ingin membuktikan bahwa AUM dapat mengelola bisnis perhotelan dengan standar profesional yang tinggi, namun tetap memegang teguh nilai-nilai sosial dan dakwah.
“Semoga kolaborasi ini menjadi inspirasi bagi unit usaha lainnya untuk terus saling menguatkan, sehingga kontribusi kami terhadap kesejahteraan warga Klaten dan keberlanjutan dakwah dapat semakin luas dan nyata,” tandasnya. (Cris)

