Tim PkM UNY Berikan Workhsop di PCA Tawangsari, Bahas Risalah Perempuan Berkemajuan

Suara Muhammadiyah

Penulis

1
632
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah – Tim Dosen Berkegiatan di Luar Kampus (DBlK) atau Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan Workshop Risalah Perempuan Berkemajuan (RPB) pada kegiatan Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab) Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Tawangsari, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (7/7).

Musypimcab yang mengusung tema “Dinamisasi Perempuan Berkemajuan Mewujudkan Tawangsari Berkeadilan” ini berlangsung di New Rivermoon, Klaten. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran PCA Tawangsari serta perwakilan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah se-Kecamatan Tawangsari. Sekitar 100 peserta mengikuti acara dengan penuh khidmat dan antusiasme.

Risalah Perempuan Berkemajuan (RPB) merupakan hasil Muktamar ke-48 ‘Aisyiyah di Surakarta tahun 2022. RPB berisi proyeksi dan cita-cita besar ‘Aisyiyah dalam mewujudkan tatanan masyarakat yang adil dan makmur. Risalah ini memuat nilai-nilai dasar Islam terkait perempuan berkemajuan, seperti tauhid, al-‘adl (keadilan), mashlahah, dan rahmah—yang mengisyaratkan kemuliaan perempuan sebagai pasangan (zawaj) laki-laki dalam fitrah penciptaan.

RPB juga mendorong pemajuan potensi perempuan, kesetaraan gender, perlindungan terhadap kekerasan dan diskriminasi, serta peran perempuan dalam kehidupan keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan semesta.

“RPB menjadi kekuatan sekaligus pembeda Muhammadiyah dengan organisasi lain. Secara khusus, dukungan terhadap kemajuan perempuan menjadi pembedanya dengan Wahabi. Muhammadiyah/‘Aisyiyah tidak hanya memberi ruang, tetapi juga mendorong perempuan untuk berkontribusi dalam kemanusiaan,” ungkap Benni Setiawan, Ketua Tim DBlK UNY.

Benni, yang juga merupakan Anggota Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, berharap agar PCA Tawangsari terus melakukan tajdid sebagai wujud implementasi RPB, terutama dalam bidang kemandirian ekonomi.

Ketua PCA Tawangsari, Titik Endartari, menambahkan bahwa pihaknya siap menjalankan program ekonomi perempuan.

“Kami terus mendorong Ibu-ibu ‘Aisyiyah untuk mengembangkan Bina Usaha Ekonomi Keluarga (BUEKA). Saat ini program ini masih dominan di level PDA. Ke depan, kami berharap PCA Tawangsari dapat turut serta mewujudkan kemandirian ekonomi melalui kegiatan yang praktis dan taktis,” ujar Titik.

Workshop ini menjadi bagian dari komitmen kolektif untuk mendorong perempuan berkemajuan sebagai pelaku utama dalam membangun peradaban umat.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SORONG, Suara Muhammadiyah – Tim Pendamping dan Pelaksana Program Kolaborasi Sosial Membangun ....

Suara Muhammadiyah

2 December 2024

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Prestasi membanggakan diraih oleh Alexsandro Alvino, pelajar k....

Suara Muhammadiyah

21 August 2025

Berita

PURBALINGGA, Suara Muhammadiyah - Semangat fastabiqul khayrat dalam kesederhanaan ditunjukkan dalam ....

Suara Muhammadiyah

27 June 2025

Berita

Jihad Lingkungan Mudzakir dengan Pertanian Organik  CILACAP, Suara Muhammadiyah - Kerutan di w....

Suara Muhammadiyah

28 October 2024

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Selangkah lagi Timnas Indonesia U-23 akan mengukir sejarah dengan tam....

Suara Muhammadiyah

29 April 2024