CILACAP, Suara Muhammadiyah – Kegiatan ibu-ibu Aisyiyah dalam konsolidasi organisasi dan penguatan ideologi Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Cilacap dilaksanakan di Gedung Dakwah Aisyiyah (GDA), Jl. dr. Cipto, Cilacap Utara, pada Sabtu (17/10/2026).
Ketua Panitia sekaligus Bendahara PDA Kabupaten Cilacap, Tri Nurindahyanti Yulian, menjelaskan peserta yang hadir berjumlah 47 orang dari 24 PCA se-Kabupaten Cilacap.
Materi yang disampaikan meliputi Ideologi Muhammadiyah, Profil Kader Aisyiyah, dan Pembekalan Kebendaharaan.
"Kegiatan ini untuk menyatukan visi organisasi dan menyamakan frekuensi serta menguatkan misi," jelasnya.
Langkah selanjutnya akan diagendakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang lebih intensif dan sudah disepakati oleh PCA.
"Praktik langsung, penyusunan laporan keuangan organisasi," jelasnya.
Narasumber Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cilacap, Habib Ghozali, menyampaikan bahwa Muhammadiyah berkemajuan, maka ada perubahan dan action yang harus diambil Muhammadiyah ke dalam, hal ini dengan konsolidasi organisasi dan penguatan ideologi.
Muhammadiyah sebagai wadah lembaga besar yang tentu terbuka, semua orang bisa masuk, maka tergantung latar belakang masing-masing.
"Kita butuh konsolidasi organisasi dan penguatan ideologi, maka setelah masuk Muhammadiyah harus satu frekuensi Muhammadiyah dengan seluruh jajaran Ortom-nya," tandasnya.
Muhammadiyah melakukan action keluar dengan pilar ketiga untuk memperkuat dakwah Muhammadiyah, yakni pilar ekonomi.
Dua pilar penopang gerakan dakwah Muhammadiyah selama ini sudah diperkuat oleh pilar kegiatan pendidikan dan pilar kegiatan kesehatan.
"Alhamdulillah, kekuatan kedua pilar ini sudah luar biasa. Harapan kita, pilar yang memperkuat kegiatan ekonomi diharapkan nanti memiliki kekuatan yang sama dengan dua pilar pendidikan dan kesehatan. Ketika tiga pilar ini menjadi penopang kegiatan dakwah yang sudah kuat, maka luar biasa ke depannya. Potensi di Muhammadiyah sebenarnya besar untuk ekonomi," paparnya.
Misalnya, lahirnya Saudagar Muhammadiyah (SUMU), mendorong lahirnya kegiatan-kegiatan ekonomi di Muhammadiyah.
"Saya yakin, kegiatan ekonomi menjadi prioritas, maka mudah-mudahan tidak lama kita eksis," harapnya.
Langkahnya dengan memetakan potensi ekonomi untuk Aisyiyah.
"Potensi yang besar, sehingga kita nanti gunakan kesempatan kegiatan ekonomi, mudah-mudahan bisa eksis," tandasnya.
Kolaborasi PDM dengan PDA untuk melahirkan bentuk-bentuk kegiatan ekonomi mandiri.
"Baik di tingkat PDA, PCA, maupun PRA dalam rangka mengelola Persyarikatan Muhammadiyah," tandasnya.
Ketua PDA Cilacap, Rowakhidah, berharap semua PCA mendukung program-program Aisyiyah dari wilayah maupun pusat.
"Aisyiyah itu gerakan, maka ranting itu penting dan cabang berkembang. Maka harus action, akhir periode 2027 mudah-mudahan PDA sudah bisa tambah dengan dibentuknya ranting-ranting Aisyiyah baru," tandasnya.
"Mudah-mudahan kehadiran ibu-ibu semuanya, terutama PCA-PCA, untuk tetap semangat," pungkasnya. (Wasis)

