Aisyiyah Gorontalo Lestarikan Karawo, Membuka Jalan Pemberdayaan Ekonomi

Suara Muhammadiyah

30 August 2026

71
Foto Istimewa

Foto Istimewa

GORONTALO, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah Aisyiyah Gorontalo terus memperkuat upaya pelestarian sulam karawo sebagai warisan budaya sekaligus mendorong kemandirian ekonomi perempuan. Melalui Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan, Aisyiyah Gorontalo menyelenggarakan Pelatihan Sulam Karawo bertema “Melestarikan Budaya, Menciptakan Karya” di Auditorium Darul Arqam Tower, Kota Gorontalo, pada 29 Agustus–1 September 2026.

Pelatihan ini tidak hanya menjadi wadah pembelajaran teknik menyulam, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk membentuk kelompok-kelompok usaha berbasis karawo di lingkungan Aisyiyah. Ilmu dan keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diteruskan kepada anggota maupun masyarakat sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif perempuan.

Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Gorontalo, Ir. Hj. Nikma Paneo, M.Si. menegaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan awal dari gerakan pemberdayaan yang berkelanjutan. Menurutnya, menyulam karawo membutuhkan proses, ketelitian, dan kesabaran sehingga peserta perlu memperoleh pendampingan langsung dari para pengrajin berpengalaman.

“Setelah mengikuti pelatihan ini, kita berharap bisa membentuk kelompok-kelompok dan mengajarkan kepada yang belum tahu. Karena belajar karawo dari nol membutuhkan waktu yang cukup lama,” ujarnya.

Nikma berharap pelatihan ini dapat berkembang menjadi Sekolah Wirausaha Aisyiyah Sulaman Karawo, sehingga setiap cabang dan daerah mampu melahirkan pelaku usaha baru yang tetap menjaga nilai-nilai budaya Gorontalo.

 “Ilmu yang diperoleh jangan berhenti di ruang ini. Bentuklah kelompok di setiap daerah dan cabang agar manfaatnya semakin luas,” tambahnya.

Karawo, Warisan Budaya Bernilai Ekonomi

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Gorontalo, Dr. Sabara Karim Ngou, menyampaikan bahwa karawo merupakan identitas budaya Gorontalo yang telah dikenal hingga tingkat internasional. Ia menilai kerajinan tersebut memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.

 “Karawo telah menjadi kebanggaan Gorontalo di tingkat internasional. Dibutuhkan kreativitas, ketekunan, dan kesabaran untuk menghasilkan karya yang bernilai tinggi,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melibatkan generasi muda dalam menjaga keberlangsungan tradisi karawo serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, pelaku usaha, dan para pengrajin.

Sementara itu, Ketua Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan Pimpinan Pusat Aisyiyah, Dr. Utik Bidayati, M.M., menjelaskan bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera dan sakinah.

Menurutnya, Aisyiyah selama lebih dari 15 tahun mengembangkan Sekolah Wirausaha Aisyiyah (SWA) sebagai program untuk melahirkan pelaku usaha perempuan di berbagai daerah. Gorontalo dinilai memiliki potensi kuat melalui sulam karawo yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Kita ingin mewujudkan keluarga sejahtera dan keluarga sakinah melalui lahirnya pelaku-pelaku usaha baru. Karena itu, Sekolah Wirausaha menjadi salah satu fokus utama Aisyiyah,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pengembangan karawo bukan hanya menjaga kelestarian budaya, tetapi juga membuka kesempatan bagi perempuan untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui ekonomi kreatif.

Pembukaan Pelatihan Sulam Karawo dihadiri oleh unsur Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan Aisyiyah, Pimpinan Wilayah Aisyiyah Gorontalo, Pimpinan Daerah dan Cabang Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, serta Ikatan Pelajar Muhammadiyah, dan Direktur Pasca Sarjana UMGO Dr. Arfan A.Tilome

Hj. Ramlah Al Katiri, M.Si sebagai ketua Majelis Ekonomi PW Aisyiyah Gorontalo sekaligus Kepala Biro UMGO mewakili Rektor turut hadir sebagai perwakilan perguruan tinggi Muhammadiyah dalam mendukung pengembangan budaya dan pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pelestarian sulam karawo.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Setelah dikukuhkannya anggota majelis di Muhammadiyah Krembangan Sura....

Suara Muhammadiyah

2 October 2023

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Program Studi Kriya Tekstil dan Fashion (KTF) Universitas Muhamm....

Suara Muhammadiyah

29 November 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam acara Innovative Leadership Forum Universitas Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

7 October 2023

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Sayap Rajawali bersama Pimpinanan Wilayah Tapak Suci Putera Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

30 July 2025

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Istiqomah Yuri Meilani, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Kelas Int....

Suara Muhammadiyah

4 March 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah