YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Di tengah situasi pascabencana, keberlangsungan pendidikan anak menjadi perhatian utama ‘Aisyiyah. “Memastikan anak-anak tetap mendapatkan layanan pendidikan yang aman, inklusif, dan berorientasi pada pemulihan pascalibur sekolah,” kata Salmah Orbayinah.
Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah itu juga memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada para guru TK, termasuk TK ABA.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemendikdasmen atas perhatian penuh kepada para guru TK, termasuk TK ABA, serta bantuan yang telah diberikan, di antaranya berupa school kit dan bantuan langsung kepada Para Guru TK, ujarnya saat memberikan penguatan kepada para guru TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) serta jajaran Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah, dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Majelis PAUD Dasmen, Ahad (4/1).
Salmah juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan anggota ‘Aisyiyah yang telah bersama-sama bahu-membahu melakukan kerja bakti membersihkan TK terdampak serta memberikan bantuan untuk meringankan beban pascabencana.
“Para guru ini juga terdampak bencana, namun tetap menunjukkan komitmen dan keteguhan untuk kembali menjalankan amanah pendidikan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Salmah mengajak para guru TK ABA untuk terus menyalakan semangat dakwah ‘Aisyiyah di bidang pendidikan, sebagaimana sejak awal berdirinya ‘Aisyiyah telah memberikan akses belajar bagi anak-anak. “Dengan segala perjuangan dan pengabdian, ‘Aisyiyah terus berupaya membantu mewujudkan generasi emas 2045,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa ‘Aisyiyah terus melakukan konsolidasi gerakan melalui penggalangan dana, layanan psikososial, peralatan dapur, serta dukungan bagi guru dengan berkoordinasi bersama MDMC PP Muhammadiyah dalam gerakan One Muhammadiyah One Response (OMOR).
Sejalan dengan penguatan tersebut, Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah yang membidangi PAUD Dasmen, Rohimi Zamzam, menegaskan peran strategis guru TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) sebagai garda terdepan dalam memastikan pendidikan tetap berjalan di tengah situasi pascabencana.
“Kesiapsiagaan pendidikan tidak hanya menyangkut prosedur dan sarana, tetapi juga kesiapan mental, spiritual, dan moral para pendidik,” ujar Rohimi. Ia menekankan bahwa keteguhan guru dalam situasi sulit merupakan bagian penting dari proses pemulihan pendidikan, sekaligus teladan bagi anak-anak dalam menghadapi realitas kehidupan.
Wakil Ketua Majelis PAUD Dasmen PP ‘Aisyiyah, Anisia Kumala, menyampaikan Majelis PAUD Dasmen PP ‘Aisyiyah mendukung kebijakan Pendidikan Darurat yang Adaptif dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Penguatan pembelajaran pascamusibah dilaksanakan dengan prinsip pembelajaran yang aman, fleksibel, inklusif, dan berorientasi pada pemulihan,” jelas Anisia.
Untuk memberikan pendampingan serta penguatan bagi pengelola Pendidikan ‘Aisyiyah, Ketua Majelis PAUD PP ‘Aisyiyah, Fitni Wilis berada di Sumatera dan Aceh sejak satu minggu yang lalu. Dukungan tersebut dilakukan melalui pendampingan persiapan pembelajaran, termasuk kegiatan membersihkan bangunan TK ABA terdampak bencana di Tamiang, sebagai bagian dari upaya memastikan lingkungan belajar yang aman dan layak bagi anak-anak.
“Pembelajaran dapat dilakukan di gedung TK yang masih layak, tenda pengungsian, maupun sekolah darurat, sesuai kondisi yang ada,” tutur Fitni. (Suri)

