SURABAYA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Surabaya menggelar Puncak Milad Aisyiyah ke-109 di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA), Ahad (5/7/2026). Kegiatan yang berlangsung meriah ini menjadi momentum untuk memperkuat peran Aisyiyah dalam dakwah kemanusiaan melalui berbagai kegiatan sosial, edukatif, dan pemberdayaan masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam massal, pentas seni, pengobatan gratis, bazar sembako murah, serta bazar produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Aisyiyah. Acara kemudian mencapai puncaknya melalui talk show bertema "Peran Aisyiyah dalam Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan" yang diselenggarakan di Aula At-Tauhid, Tower UMSURA lantai 13.
Talk show menghadirkan dua narasumber, yakni Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur sekaligus Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Dr. M. Sholihin Fanani, M.PSDM, serta Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur, Dra. Dalilah Chandrawati, M.Ag.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Pimpinan Cabang Aisyiyah se-Kota Surabaya, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA), serta6 berbagai unsur undangan lainnya.
Dalam pemaparannya, Dr. M. Sholihin Fanani menegaskan bahwa dakwah pada era saat ini tidak lagi terbatas pada mimbar atau forum keagamaan semata, melainkan harus hadir dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat.
"Dakwah kemanusiaan adalah dakwah yang menjadikan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Dakwah ini tidak boleh dibatasi oleh perbedaan gender, suku, maupun agama, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi seluruh umat manusia," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dakwah kemanusiaan harus dilandasi nilai-nilai moral, spiritual, sosial, dan profesional. Implementasinya dapat diwujudkan melalui berbagai aksi nyata, seperti menjaga kelestarian lingkungan, mengadvokasi kelompok rentan, mengentaskan kemiskinan, membantu mengatasi persoalan perceraian, hingga mengangkat harkat dan martabat manusia sebagai makhluk Allah yang mulia.
Lebih lanjut, Sholihin menegaskan bahwa Muhammadiyah sejak awal berdirinya telah menjalankan misi dakwah kemanusiaan melalui berbagai bidang pelayanan. Menurutnya, Muhammadiyah berkomitmen membebaskan masyarakat dari kebodohan, kemiskinan, serta berbagai bentuk ketertinggalan, sekaligus memurnikan akidah dan membangun manusia yang unggul, beriman, dan berkemajuan.
Berbagai amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, kebencanaan, pelestarian lingkungan, hingga penguatan kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan bentuk nyata implementasi dakwah kemanusiaan yang terus dikembangkan hingga saat ini.
Melalui peringatan Milad ke-109 ini, Aisyiyah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat gerakan dakwah yang inklusif, berorientasi pada pelayanan masyarakat, serta memberikan solusi terhadap berbagai persoalan kemanusiaan sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa dan umat.(Hen)

