Akademisi UM Bandung: Pangan Lokal Jadi Pilar Masa Depan Berkelanjutan

Suara Muhammadiyah

21 July 2025

941
Istimewa

Istimewa

BANDUNG, Suara Muhmamadiyah – Dosen program studi Teknologi Pangan Universitas Muhamamdiyah (UM) Bandung Dr Saepul Adnan SSi MSi mengatakan bahwa ketahanan pangan global tidak bisa dilepaskan dari kekuatan pangan lokal yang telah mengakar dalam budaya dan ekosistem masyarakat.

Hal itu Adnan sampaikan saat mengisi materi dalam kegiatan Food Festival di Auditorium KH Ahmad Dahlan UM Bandung pada Sabtu (19/07/2025). Kegiatan ini dilaksanakan oleh prodi Teknologi Pangan dan Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (Himtekpa).

Adnan menegaskan bahwa pangan lokal merupakan hasil adaptasi alam dan budaya yang telah terbentuk selama bertahun-tahun. Pangan lokal bukan sekadar soal nutrisi, melainkan menyangkut pelestarian budaya, penguatan sosial, dan keberlanjutan lingkungan.

Doktor lulusan ITB ini menegaskan bahwa kebergantungan masyarakat Indonesia terhadap beras dan pangan impor perlu dikurangi dengan membangun pola konsumsi yang lebih beragam. Diversifikasi pangan dengan mengoptimalkan potensi lokal dapat meningkatkan pendapatan petani dan menciptakan lapangan kerja baru pada sektor pertanian dan pengolahan.

Indonesia sendiri memiliki kekayaan pangan lokal luar biasa, seperti hanjeli, sorgum, jewawut, dan kacang koro. Komoditas-komoditas ini, kata Adnan, memiliki nilai gizi tinggi dan potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah melalui inovasi teknologi pangan.

Adnan juga menekankan perlunya pendekatan edukatif, promosi, dan inovasi produk untuk membangkitkan kembali kecintaan masyarakat terhadap pangan lokal. Aksi nyata melalui peningkatan kualitas produksi, riset, dan kolaborasi multipihak, kata Adnan, menjadi kunci.

Salah satu produk inovatif yang ditampilkan dalam festival adalah roti fungsional berbahan dasar hanjeli, tanaman lokal yang kaya gizi dan berpotensi sebagai sumber pangan alternatif masa depan. Hanjeli mengandung protein, lemak nabati, dan kalsium yang lebih tinggi dibandingkan dengan sorgum dan gandum.

Selain itu, isu keberlanjutan juga menjadi perhatian dalam pendekatan pengelolaan pangan berbasis bioekonomi sirkular. Dalam paparannya, Adnan menekankan pentingnya pengurangan limbah pangan (food loss and waste) yang banyak terjadi pada tahap konsumsi, terutama pada sektor tanaman pangan.

”Dengan pendekatan holistik dan berbasis nilai keberlanjutan, mahasiswa sebagai generasi muda dapat menjadi agen perubahan dalam membangun kedaulatan pangan nasional. Kita adalah apa yang kita makan, maka dari itu mari pilih pangan lokal yang sehat, berbudaya, dan berdaya lingkungan,” tutupnya.***(FK)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah -  Pesantren Modern Muhammadiyah Kwala Madu angkatan ke 14 merayakan ....

Suara Muhammadiyah

16 February 2024

Berita

GARUT, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Garut pada hari Rabu (16/10/202....

Suara Muhammadiyah

17 October 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Kaprodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah (U....

Suara Muhammadiyah

11 September 2024

Berita

LAMPUNG, Suara Muhammadiyah - Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Muhamm....

Suara Muhammadiyah

27 October 2025

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Pos Bantuan Hukum (Posbakum) 'Aisyiyah Kalimantan Tengah menerima....

Suara Muhammadiyah

11 June 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah