Akses Kesehatan Terbatas, Tim EMT Unismuh Layani Ratusan Warga Aceh Tamiang

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
380
Istimewa

Istimewa

ACEH TAMIANG, Suara Muhammadiyah — Akses layanan kesehatan yang belum sepenuhnya pulih pascabanjir dan longsor mendorong Emergency Medical Team (EMT) Universitas Muhammadiyah Makassar membuka layanan kesehatan langsung di tengah permukiman warga. Pada Selasa, 23 Desember 2025, tim melayani 156 pasien di Kampung Teluk Kepayang, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Ketua Tim EMT Unismuh Makassar, dr. Muh. Ihsan Kitta, Sp.OT, mengatakan layanan dipusatkan di Kantor Datok Penghulu Teluk Kepayang setelah tim berkoordinasi dengan Health Emergency Operation Center (HEOC) dan Kepala Puskesmas Sungai Yu. Wilayah ini dipilih karena banyak warga belum dapat mengakses puskesmas maupun rumah sakit akibat kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih.

“Selama ini banyak warga mengalami gangguan kesehatan, tetapi belum bisa ke puskesmas karena akses dan keterbatasan layanan mobile. Karena itu, kami mendekatkan layanan langsung ke masyarakat,” ujar Ihsan, Selasa (23/12).

Layanan EMT Unismuh Makassar menjangkau warga dari tiga kampung, yakni Teluk Kepayang, Teluk Kemiri, dan Teluk Halban. Berdasarkan data lapangan, Kampung Teluk Kepayang dihuni sekitar 650 jiwa (186 kepala keluarga), dengan 141 rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat banjir .

Dalam satu hari layanan, tim mencatat 156 pasien dari berbagai kelompok usia, mulai balita hingga lanjut usia. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi keluhan terbanyak, disusul gangguan kulit, keluhan pencernaan ringan, serta penyakit pascabanjir lainnya. Selain itu, tim juga memberikan dua layanan pemeriksaan kehamilan bagi warga setempat .

Menurut Ihsan, luasnya cakupan wilayah dan keterbatasan jaringan komunikasi menjadi tantangan tersendiri dalam penyampaian informasi layanan kepada warga.

“Wilayahnya cukup luas dan jaringan internet belum stabil. Karena itu, kami terus berkoordinasi dengan Datok Penghulu dan perangkat kampung agar informasi layanan bisa menjangkau warga di kampung sekitar,” kata Ihsan. 

Selain pemeriksaan dan pengobatan, EMT Unismuh Makassar juga melakukan penyuluhan kesehatan, terutama terkait cuci tangan pakai sabun (CTPS) sebagai upaya pencegahan penyakit pascabanjir. Tim turut membagikan 50 paket hygiene kit kepada keluarga terdampak dan menyatakan distribusi akan dilanjutkan sesuai kebutuhan lapangan .

Sebanyak 10 tenaga kesehatan terlibat dalam operasi ini, terdiri atas dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, tenaga kefarmasian, serta mahasiswa profesi kedokteran. Mereka bertugas secara bergilir menyesuaikan kebutuhan layanan di lapangan. 

EMT Unismuh Makassar dijadwalkan melanjutkan misi kemanusiaan di Aceh Tamiang hingga 30 Desember 2025, dengan fokus pada layanan kesehatan dasar, pelayanan jemput bola, serta pemenuhan kebutuhan obat-obatan dan perlengkapan kebersihan bagi warga terdampak bencana.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Sosok Haedar Nashir sangat dikenal sebagai Sosiolog terkemuka. ....

Suara Muhammadiyah

8 April 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Makassar menerima tim verifikasi dokumen pem....

Suara Muhammadiyah

15 November 2023

Berita

SYDNEY, Suara Muhammadiyah — Muhammadiyah Australia terus mengukir sejarah. Akhir pekan ini in....

Suara Muhammadiyah

26 December 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung mengadaka....

Suara Muhammadiyah

20 January 2026

Berita

TUBABA, Suara Muhammadiyah – Hujan rintik menyelimuti pagi 1 Syawal 1446 H, namun tak sedikit ....

Suara Muhammadiyah

1 April 2025