Akses Terbatas, UMY Rescue Layani Pemeriksaan Kesehatan di Batee Puteh Aceh

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
576
Istimewa

Istimewa

LANGSA, Suara Muhammadiyah - Keterbatasan akses layanan kesehatan masih menjadi persoalan nyata bagi masyarakat Desa Batee Puteh, Kecamatan Langsa Lama, Provinsi Aceh. Jarak fasilitas kesehatan yang relatif jauh membuat sebagian warga kesulitan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, sehingga berbagai keluhan medis kerap terlambat terdeteksi dan ditangani.

Merespons kondisi tersebut, tim UMY Rescue 2025 menggelar pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat setempat. Kegiatan ini menjadi pemeriksaan kesehatan perdana yang dilakukan tim UMY Rescue 2025 sebagai upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada warga yang selama hampir 4 minggu pasca bencana menghadapi keterbatasan akses terhadap fasilitas medis.

“Pemilihan Desa Batee Puteh sebagai lokasi pemeriksaan kesehatan pertama dilakukan berdasarkan arahan dari Puskesmas Langsa Lama. Pihak puskesmas merekomendasikan wilayah yang membutuhkan layanan kesehatan lebih dekat karena akses masyarakat ke fasilitas kesehatan cukup terbatas,” ujar Shanti Wardaningsih, dosen Keperawatan UMY yang tergabung dalam tim UMY Rescue 2025, kepada Humas UMY, Senin (22/12).

Dalam kegiatan tersebut, Shanti bersama tim yang terdiri dari dr. Muhammad Kurniawan, M.Sc., Apt. Ilham Perdana, M.Pharm.Sci., Aminudin, Amd.Kep., serta Al Afik, S.Kep., Ns., M.Kep., memberikan layanan pemeriksaan kesehatan yang menyasar kelompok usia anak-anak hingga dewasa.

“Jenis layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan fisik pada orang dewasa, pemeriksaan antropometri pada anak-anak, pengukuran tanda-tanda vital, serta asesmen dan intervensi psikososial. Pendekatan ini kami terapkan karena kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga aspek psikologis dan sosial,” jelasnya.

Sebanyak 52 warga tercatat menerima layanan kesehatan dalam kegiatan tersebut. Dari hasil pemeriksaan, tim menemukan sejumlah permasalahan kesehatan yang cukup dominan dialami masyarakat setempat.

“Kasus yang paling banyak ditemui meliputi infeksi saluran pernapasan, diare pada anak, infeksi dan keluhan kulit, serta hipertensi pada orang dewasa,” ungkap Shanti.

Apabila dalam pemeriksaan ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lanjutan, tim UMY Rescue memberikan edukasi kesehatan sekaligus rujukan ke fasilitas kesehatan setempat. Selain itu, warga juga memperoleh obat-obatan sesuai dengan kebutuhan medis masing-masing pasien.

Melalui kegiatan ini, tim UMY Rescue 2025 berupaya memastikan masyarakat di wilayah dengan keterbatasan akses tetap mendapatkan layanan kesehatan dasar secara layak, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana. (NF)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BREBES, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. KH. Haedar Nashir,M.Si....

Suara Muhammadiyah

29 May 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kelompok Bimbingan Haji (KBIHU) ‘Aisyiyah Kota Yogyakart....

Suara Muhammadiyah

7 March 2024

Berita

WONOSOBO, Suara Muhammadiyah - Dosen Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidi....

Suara Muhammadiyah

20 February 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Pakar Psikologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Dr Irianti....

Suara Muhammadiyah

4 October 2024

Berita

Hadirkan Ustadz Kasif  Heer untuk Khotib  BARITO UTARA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Dae....

Suara Muhammadiyah

20 May 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah