Aktif Membangun Indonesia, Bukti Empiris Muhammadiyah Sangat Nasionalis kepada Bangsa

Suara Muhammadiyah

2 April 2026

594
Dr Agung Danarto, MAg. Foto: Humas Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Dr Agung Danarto, MAg. Foto: Humas Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

TERNATE, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah itu sangat nasionalis. Bukti empiris menunjukkan, setiap acara-acara Persyarikatan, meniscayakan diawali dengan mendengungkan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Demikian ditegaskan Agung Danarto, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kamis (3/4) saat Pengukuhan Guru Besar dan Pelantikan Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara periode 2026-2030 di Auditorium UMMU.

"Ini sebagai bukti bahwa Muhammadiyah senantiasa merawat keindonesiaan dan merawat kebangsaan akan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," beber Agung Danarto, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Menurut Agung, hal tersebut bukan sesuatu yang baru di tubuh Muhammadiyah. Disingkapnya kalau Muhammadiyah sejak awal, selalu memberikan kesadaran kolektif akan pentingnya merawat keindonesiaan dan kebangsaan.

"Muhammadiyah sejak awal dan saat ini selalu merawat dan mendidik para anggotanya untuk selalu senantiasa menyadari bahwa NKRI adalah negara hasil konsensus bersama seluruh elemen anak bangsa yang ada di negara Indonesia," terang Agung.

Bagi Muhammadiyah, NKRI menjadi satu-satunya media dalam berbangsa dan bernegara. Mengapa begitu?

Menurut Agung, Muhammadiyah tidak pernah berpikir untuk mencari alternatif nama lain dari NKRI, karena hal tersebut sudah menjadi kepakeman yang mutlak.

"Sudah cukup negara Indonesia sebagai negara hasil konsensus bersama yang harus dirawat secara bersama," tegasnya.

Muhammadiyah berpandangan, Indonesia sebagai darus syahadah. Maknanya, Muhammadiyah harus berkontribusi aktif dalam mengembangkan, membangun, dan memajukan kehidupan bangsa.

"Muhammadiyah harus ikut serta membangun NKRI menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Negeri yang aman sentosa, adil, makmur, sejahtera, dan damai," jelasnya.

Dengan gambalang, Muhammadiyah memandang bahwa frasa membangun Indonesia sebagai manifestasi dari tugas peradaban. Yakni tugas yang diemban bukan hanya bersifat personal, tetapi harus bersifat kolektivitas.

"Sehingga karenanya Muhammadiyah perlu menjalin kerja sama dan kebersamaan dengan seluruh elemen bangsa, agar menjadi negara yang berperadaban unggul, berperadaban utama," tekannya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Pada Selasa Kliwon, 28 Mei 2024, Griya Lansia ‘Aisyiyah (GLA) Bai....

Suara Muhammadiyah

2 June 2024

Berita

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 73 personel Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (K....

Suara Muhammadiyah

20 October 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sidang Disertasi Terbuka Program Doktor Politik Islam Pascasarjana ....

Suara Muhammadiyah

13 May 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Suasana hangat Ramadan terasa berbeda di Masjid Baitut Tholibin,....

Suara Muhammadiyah

16 March 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Komunitas Senam Sabtu Sehat Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makass....

Suara Muhammadiyah

22 March 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah