Al Qur'an Menjadi Panduan Hidup Manusia Islam Berkemajuan

Suara Muhammadiyah

1 September 2024

1261
Doc. Istimewa

Doc. Istimewa

PONOROGO, Suara Muhammadiyah - Pengajian Ahad Pagi Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) dilaksanakan pada Senin, 18 Agustus 2024. Acara ini dilaksanakan di Aula Masjid Al-Manar Ponorogo. Dihadiri oleh Anton Ismunanto, SPdI., MPd Ketua Yayasan Bentala Tamaddun Yogyakarta sebagai narasumber pada kesempatan tersebut. Pengajian ini mengangkat tema "Seperti Apakah Manusia Menurut Islam?". 

Dalam paparannya, Anton mengatakan bahwa tema kajian ini menjadi hal yang sangat penting. Kembali melihat pedoman Muhammadiyah yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah penerapan kedua hal ini tidaklah mudah.
 
“Ini menjadi penting karena kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah yang menjadi taglinenya Muhammadiyah itu penerapannya luas.” ucapnya.

Anton mengungkapkan bahwa Al-Qur’an itu diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada umat manusia sebagai pegangan hidup, namun tidak semua manusia menganggap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia. Semua tergantung dengan amal ibadah manusia tersebut. 

“Qur’an itu sebenarnya petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa. Berarti apapun itu akan disinggung oleh Al-Qur’an termasuk makna seperti apakah manusia menurut Islam,” ungkapnya. 

Anton mengajak untuk lebih memahami isi dari Al- Qur’an karena didalam Al- Qur’an terdapat istilah-istilah tentang manusia. Menurutnya istilah tersebut menjadi kunci untuk umat manusia menilai manusia yang sesuai dengan petunjuk Al- Qur’an.

“Kalau kita lihat di dalam Qur’an istilah-istilah yang berhubungan dengan manusia itu sangat banyak. Baik dengan yang berhubungan aspek lahiriyahnya maupun dengan yang berhubungan aspek batiniyahnya. Nah kita perlu menilai manusia dari petunjuk Qur'an. tersebut,” katanya.

Anton menambahkan bahwa didalam Al-Qur’an manusia disebut dengan dua istilah. Dua istilah tersebut berkaitan tentang Nabi Muhammad SAW yang dimana didalam Al-Qur’an disebutkan Nabi Muhammad SAW adalah manusia biasa.
 
“Manusia itu disebut di dalam Qur’an itu dengan dua kata. Yang pertama adalah tasyarun, dan yang kedua adalah insyanun. Dua hal ini berkaitan tentang sejatinya Nabi Muhammad SAW adalah manusia biasa seperti kita juga,” tambahnya. 

Anton menegaskan sebagai manusia harus meningkatkan ibadah yang lebih baik kepada Allah. Harus mempelajari Al-Qur’an dan As-Sunnah, karena semua itu bukan untuk Allah namun sejatinya semua itu untuk manusia itu sendiri. 
 
“Semua yang ada di dalam Al-Qur’an, syariat, sunnah semua itu untuk kepentingan kita bukan untuk kepentingan Allah. Termasuk semua ilmu-ilmu islam itu semua untuk membenahi diri kita,” pungkasnya. (Alle)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PONOROGO, Suara Muhammadiyah – Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting & Pembinaan Masji....

Suara Muhammadiyah

17 September 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Pengajian Ramadhan 1446 H Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten ....

Suara Muhammadiyah

22 March 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Bulan Ramadhan merupakan momentum istimewa yang penuh kemuliaa....

Suara Muhammadiyah

12 February 2026

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Wilayah Muhammad....

Suara Muhammadiyah

30 January 2026

Berita

PERAWANG, Suara Muhammadiyah – Mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah R....

Suara Muhammadiyah

13 February 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah